Oleh: Azan bin Noordien | Agustus 18, 2017

Jangan seperti lilin! (Tafsir QS Al-Baqarah: 44)

bcbf25a0bab4377afd941e202029d1f4Allah ﷻ berfirman:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتٰبَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kalian mengerti?_

 📜 TAFSIR & PENJELASAN 📜

Asbabun Nuzul

Ada beberapa riwayat mengisahkan sebab diturunkannya ayat ini.

Pertama.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan kepada sebagian pemuka ahli kitab yang berdialog dengan sebagian kerabat mereka yang masuk Islam.

Mereka berkata: “Tetaplah kalian pada agama Muhammad (Islam), sesungguhnya itulah (agama yang) benar.” Mereka menyuruh orang lain berbuat demikian akan tetapi mereka sendiri enggan mengikuti kebenaran Islam tersebut. Maka turunlah ayat ini.

Kedua.
As-Suddi berkata: Bani Israil dahulu menyuruh orang-orang untuk menta’ati Allah, agar bertaqwa kepada Allah, agar berbuat amal salih, akan tetapi mereka sendiri tidak melakukan itu. Maka Allah ﷻ mencela perilaku mereka dengan ayat ini.

Allah ﷻ berfirman:

أتأمرون الناس بالبر وتنسون أنفسهم
_Apakah kalian (ahli kitab) menyeru manusia kepada kebaikan (Islam) sedangkan kalian kalian lupa terhadap diri kalian sendiri?_

Pada ayat ini Allah menegur sikap pemuka yahudi dengan celaan teguran yang keras. Kata ‘apakah..’ pada permulaan ayat bukanlah kalimat tanya , akan tetapi sebuah bentuk teguran dan celaan. Baca Lanjutannya…

Iklan

imagesAllah ﷻ berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah oleh kalian shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’..”

TAFSIR & PENJELASAN

Ayat ini muncul di antara ayat-ayat yang membahas tentang Bani Israil, sehingga secara lahir ayat ini amemang ditujukan kepada orang-orang yahudi secara khusus.  Allah ﷻ berfirman:

واقيموا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

_Dan dirikanlah oleh kalian shalat, tunaikanlah zakat_

Yaitu Allah memerintahkan Ahli kitab dari kalangan yahudi ahli kitab, agar melaksanakan shalat bersama Nabi Muhammad ﷺ dalam jama’ah, dan agar mereka menunaikan zakat.

Hal ini bermakna Ahli kitab juga diseru untuk melaksanakan syariah Islam, mereka adalah juga dibebankan taklif untuk melaksanakan cabang-cabang perintah agama Islam (yaitu ibadah) sebagaimana umat Islam pada umumnya, seperti kewajiban mendirikan shalat dan membayar zakat. Tentu dengan syarat mereka beriman dan bersyahadat sebagai syarat sahnya mereka memasuki gerbang Islam. Sebagaimana didahului oleh ayat sebelumnya yaitu:

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ

_Dan berimanlah kalian terhadap apa yang telah Aku turunkan (yakni Al-Quran) yang membenarkan apa-apa yang ada pada kalian (Taurat/Injil)_ (QS 2:41)

Selanjutnya, redaksi ayat berbunyi:

وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

_”dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’._

Yaitu orang-orang yahudi  juga diseru untuk hidup berjamaah bersama kaum muslimin pada umumnya, menyatukan shaf dalam barisan orang-orang yang beriman/muslimin. Baca Lanjutannya…

Oleh: Azan bin Noordien | Agustus 18, 2017

Karakteristik Mereka yang Khusyu’ (Tafsir QS Al-Baqarah: 46)

old-muslim-manAllah ﷻ berfirman:

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Terjemah:

_(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan (meyakini) bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Ayat ini adalah penjelas dari ayat sebelumnya; yakni tergolong kepada tafsir alquran dengan quran. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

_Carilah pertolongan dengan sabar dan shalat sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi mereka yang khusyu’_ (QS 2:45)

Allah menjelaskan karakteristik manusia yang khusyu’ tsb melalui ayat ini (QS 2:46) :

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

_(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan (meyakini) bahwa mereka akan kembali kepada-Nya._

Mereka yang khusyu itu ialah mereka yang meyakini dengan imani yang sempurna bahwasanya mereka pasti akan bertemu dengan Rabb yang telah menciptakan dirinya, memberi ia rizki, dan begitu banyak nikmat selama di dunia. Sebagian ulama menafsirkan pertemuan disini adalah pertemuan khusus, yakni setiap individu dengan Allah saja.

Kalimat (ّالظَن) dalam lafaz ayat ini bermakna yakin (ُاليَقِيْن) bukan sangkaan/ keraguan (شَكٌّ).

Imam Ibnu Jarir berpendapat bahwa dalam bahasa Arab, kata ( ظَنٌّ ) adalah kata ‘musytarak’, yakni terkadang menggunakan kata (ظَنّ ) yang bermakna yakin dan ( ظَنٌّ ) yang bermakna sangkaan/keraguan.

Namun begitu Mujahid berpendapat bahwa semua lafaz ( ظَنٌّ ) di dalam Al-Quran bermakna yakin atau mengetahui.  Begitu juga pendapat Imam Ar-Razi dan mayoritas ulama. Baca Lanjutannya…

shapeimage_1Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

TERJEMAHAN:

_Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq (kebenaran) dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui._

TAFSIR & PENJELASAN

Bani Israil dijuluki sebagai ahlul kitab karena mereka memiliki pengetahuan tentang risalah kenabian melalui kitab-kitab samawi, termasuk kerasulan Nabi Muhammad ﷺ sebagai Nabi penutup yang menyampaikan kitab suci Al-Quran.

Namun pemuka-pemuka agama ahlul kitab (yahudi) berusaha menyembunyikan kebenaran yang diturunkan Allah ﷻ, kemudian mereka justru membuat hal-hal yang mengada-ada (batil) di dalam memahami Taurat dan Injil. Mereka merubah-rubah ayat Allah untuk memuluskan kepentingan dan hawa nafsu mereka (QS 5:41).

Melalui ayat ini Allah menegur kebiasaan kaum cendekiawan atau ‘ulama’ yahudi yang lancang ‘mengobok-obok’ kandungan kitab suci yang Allah amanahkan kepada mereka, lalu mereka campuri dengan kebatilan yang mereka buat-buat. Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ

Jangan kalian campur-adukkan kebenaran dengan kebatilan.

Huruf (لا) pada ayat ini adalah negasi (nahiyah) yang berfaidah larangan secara mutlak. Sedangkan kerja (تلبسوا) ‘talbisuu’  berbentuk kata kerja aktif (fi’l mudhari’)  yang bermakna kesinambungannya  aktivitas tsb. Baca Lanjutannya…

shapeimage_1Allah ﷻ berfirman:

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Terjemahan:

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

TAFSIR & PENJELASAN

Ayat ini adalah sambungan dari ayat sebelumnya yangmana Allah memanggil Bani Israil agar memenuhi janji mereka agar beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Alquran yang diturunkan kepada beliau. Allah berfirman:

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ

Dan berimanlah kalian terhadap apa yang telah Aku turunkan

yaitu wahai pemuka-pemuka Ahli Kitab, berimanlah kalian kepada kitab suci Al-Quran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yang membenarkan kitab-kitab kalian yang sebelumnya yaitu Taurat dan Injil._

Selanjutnya redaksi ayat berbunyi:

1وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ

Dan janganlah kalian menjadi orang yang pertama-tama kafir kepadanya

Yaitu janganlah kalian mendustakan Nabi Muhammad ﷺ dan apa yang ia bawa (Al-Quran), padahal kalian adalah kaum yang pertama kali mengetahui akan kedatangan Rasulullah melalui kitab-kitab yang kalian miliki, bahkan pengetahuan kalian mengenai nabi Muhammad ﷺ mendahului klan Qurays dan ahli Makkah, bahkan seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia.

Abul Aliyah dan Imam Ar-Razi meriwayatkan bahwasanya kaum Ahlul Kitab mengetahui persis akan dimunculkannya Nabi penutup, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Hal itu tertulis dalam kitab mereka, bahkan mereka mengetahui dengan rinci sosok Muhammad ﷺ da ciri-ciri beliau, lebih dari mengenal anak mereka sendiri.

Allah ﷻ berfirman:_Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal dia (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri,._ (QS 2: 146) Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori