Oleh: Azan bin Noordien | Juni 22, 2015

Chitin, Semut dan Nabi Sulaiman

Diantara hal yang terbaik yang saya dapatkan selama mempelajari bahasa Arab adalah tentang keaslian suatu kalimat. Bahasa Arab sangat kaya dengan kosakata hingga bisa menguraikan makna sesuatu hal dengan sangat tepat. Tidak seperti Bahasa Indonesia atau bahasa manapun yang miskin dalam menerjemahkan kalimat/kata Al Quran. Sebab itulah sebabnya mengapa Al Quran dalam Bahasa Arab itu sendiri merupakan satu mukjizat.

Sebagai contohnya, ayat yang mengisahkan tentang semut dan Nabi Sulaiman a.s.,

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Hingga apabila mereka sampai ke lembah semut, berkatalah seekor semut: Wahai sekalian semut, masuklah ke sarang kamu masing-masing, jangan Sulaiman dan tentaranya menginjak/membinasakan kalian, sedang mereka tidak menyadarinya” (An-naml: 18)

ant-1

Dalam Bahasa Indonesia, kata yahtimannakum diterjemahkan “menginjak/membinasakan kalian” untuk bahasa Arab (يَحْطِمَنَّكُمْ ) ‘yahtimannakum’ artinya menghancurkan hingga pecah. Orang-orang yang skeptis pada awalnya mencemooh Al Quran dengan mengatakan kenapa Allah gunakan perkataan ‘pecah’ yang hanya sesuai untuk menjelaskan hancurnya/pecahnya gelas kaca? Kenapa tidak gunakan saja kalimat ‘hancur’ yang membawa maksud hancur yang penyek? Subhanallah!

Di dalam Bahasa Arab, kalimat hancur diekspresikan dalam banyak kata dengan makna yang spesifik dan memiliki perbedaan dengan kata padanan lainnya. Pada abad sekarang ini, dengan kemajuan sains ilmuan mengetahui bahwa tubuh seekor semut terdiri dari rangkaian dari ‘Chitin’ yang jika berikan hentakan padanya maka ia akan menjadi hancur/pecah, layaknya gelas.

Chitin (kitin/ kaɪtɨn /) adalah polimer rantai panjang dari N-asetilglukosamin, turunan dari glukosa. Chitin [(C8H13O5N)n] adalah turunan glukosa dan merupakan komponen utama kulit hewan crustacea (berkulit keras) seperti kepiting, lobster, dan udang. Chitin juga dapat ditemukan pada serangga seperti semut dan hewan moluska (bertubuh lunak).
Jadi sangatlah tepat Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu menggunakan kalimat yahtimannakum (menghancurkan hingga pecah seperti kaca) dalam pengungkapan kepada semut apabila diinjak, karena semut adalah hewan yang secara struktur kimia dibangun dari dzat yang bernama Chitin. Subhanallah.

Ayo belajar bahasa Al-Quran🙂

Source: Srikandiku.com via Elies Elias


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: