Oleh: Azan bin Noordien | Februari 5, 2014

Kenapa tergesa-gesa?

Bismillahirrahmahirrahim. Alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.

property-graphics-_1088482aKetika Nabi Adam ditiupkan ruhnya ke jasad, maka bersinlah Nabi Adam dan malaikat menyuruhnya bertahmid (alhamdulillah) dan ALLAH berfirman: ALLAH selalu merahmatimu wahai Adam. Baru saja ruh masuk ke tubuh Adam As dan baru sampai ke mata kaki maka seketika itu Nabi Adam merasa lapar dan langsung berlari mengambil makanan dan buah-buah di syurga. Itulah asbab disebutkan ALLAH bahwa manusia diciptakan bersifat tergesa-gesa. (Tafsir Ibnu Katsir)

Kenapa tergesa-gesa?

Sungguh ALLAH lah yang paling menginginkan kebaikan kepada kita, tidak ada satupun yang menandingi rencana hebatNya, perlakuan indahNya, dan strategi terbaikNya untuk kita selain ALLAH. Karena hanya ALLAH yang Maha mengerti kita, Maha memperhatikan kita, Maha Kasih Sayang setiap detail lika-liku perjalanan hidup kita.

Namun sayang dalam kesehariannya, kita terlihat kurang meyakini malah lebih sibuk berpikir, bertindak yang rumit dan berprasangka yang tidak tidak kepada ALLAH. Bila badan ini, pikiran, dan segala rencana terasa berat cobalah tuk mundur sejenak dan bertanya ke dalam diri, apakah saya telah benar-benar ridha dan siap menjadi hambaNya? Apakah telah sempurna keyakinanan akan pilihan-pilihan yang telah diberikanNya?

Kita tidak diciptakan untuk mengerjakan pekerjaan berat, tetapi diperintahkan untuk berikhtiar dan bertawakal, bertauhid dan beramal shalih. Jikalau ALLAH berkehendak memberatkan manusia, tentu ALLAH tidak akan menumbuhkan biji-bijian hingga bertunas dan menghasilkan tanaman yang berguna bagi manusia. Jikalau ALLAH berkehendak memberatkan manusia, tentu ALLAH tidak akan memberikan ilham kepada manusia sekeliling seperti keluarga dan teman-teman tuk menyayangi kita, bukankah hati dan kasih sayang itu ALLAH yang menanamkannya? Sesungguhnya ilmu ALLAH meliputi segala sesuatu.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah yakin bahwa masa depannya telah terjamin dan ia sedang berusaha menempuh jalan yang telah ditetapkan, sedangkan orang yang sengsara adalah orang yang tidak yakin dgn masa depannya dan tidak menjalankan apa yang seharusnya ia lakukan. ALLAH swt telah menjamin jannahNya bagi setiap mukmin yang beramal shalih, dan ia pun ridha dgn ketentuanNya dan beramal shalih. Sedangkan orang yang inkar, tersiksa karena keinginannya dan hawa nafsunya lalu menjalani hidup penuh kehampaan walaupun materi disekelilingnya.

Jalan agama ini adalah jalan yang lurus, bukan melihat kiri dan kanan. Apalagi sikut kiri kanan menjatuhkan lawan dan keuntungan materi, justru itu pertanda orang yang telah gagal ‘maping’ hidupnya. Air yang memberi manfaat adalah air yang searah dan bergerak sama menuju hilir, bahkan air yang mengalir memberikan gemercik dan suara yang menentramkan hati. Sedangkan air yang memberikan mudharat adalah air yang berdiam bahkan tersesat keluar dari alirannya.  Oleh sebab itu, Allah selalu menyuruh kita berdoa kepada shirathal mustaqim, jalan hidup kita yang lurus. Wallahu a’lam

follow @azan1409


Responses

  1. Bang Azan, mohon izin mengutip tulisannya. Terimakasih banyak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: