Oleh: Azan bin Noordien | Juli 2, 2013

Tentang Kasih Sayang

Gambarالحمدلله رب العالمين و الصلاة والسلام على سيدنا و حبيبنا محمد و على آله و صحبه و من تابعهم بإحسان إلى يوم الدين

Rahim berarti ‘kasih sayang’, mengapa ALLAH percayakan rahim hanya kepada wanita? karena hanya dengan kasih sayanglah seorang pemimpin besar akan muncul. dan ALLAH memulai kalamNya dengan sifatnya Maha Rahim, artinya kemenangan akan muncul dengan berkasih sayang sesama. Sebaliknya jika ada yang membawa agama  ini dengan selain kasih sayang maka itu bukan asas dari agama ini. Sebagaimana firman ALLAH ta’ala:

كَتَبَ عَلى نَفْسِهِ الرَّحْمَة

Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang..” (QS Al An’am 6:12)

Seorang ulama Ahlussunnah Al-Habib Umar bin Hafizh berkata: ”Jika ada yang membawa (bendera) agama ini dengan caci maki, hujat menghujat, laknat dan sebagainya itu merupakan agama iblis. Sesungguhnya ALLAH menghendaki kasih sayang wujud di hati manusia, akan tetapi iblis ingin menanamkan kebencian dan permusuhan di hati manusia..”

ALLAH ta’ala berfirman:

إنَّمَا يُرِيْدُ الشَيْطَانُ أن يُوْقِعَ بَينَكُم العَدَاوَةَ وَالبَغْضَاءَ..
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka….” (QS Al Ma’idah 5: 91)

ALLAH ta’ala menjadi kan segala sesuatunya dari sifat rahim (kasih sayang). Dan ALLAH memberikan sifatnya itu kepada hambanya dari kalangan nabi dan siapa saja yang beriman atas mereka. ALLAH ta’ala mensifati orang2 beriman dengan kata(رحماء بينهم) ‘ruhama’ bainahum’ yakni mereka saling berkasih sayang sesama mereka. Pondasi kasih sayang inilah yang menyebabkan kokohnya bangunan agama. ALLAH misalkan dengan sebuah tunas yang perlahan menjadi sebuah pohon yang kuat. ALLAH memberikan analogi ini dalam firmannya:

“…yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya…” (QS Al-fath 48:29)

Bentuk kasih sayang ALLAH kepada makhluknya adalah diberikannya agama Islam. Bentuk kasih sayang nabi kepada umatnya adalah diajarkannya agama dan teladan. Bentuk kasih sayang sesama manusia adalah saling menasehati dalam kebaikan dan memberi manfaat. Tugas ALLAH dan RasulNya telah selesai yakni telah mengaruniakan dan mengajarkan agama. Namun tugas kita belumlah selesai. Jika setiap orang berusaha untuk saling berkasih sayang dalam menasehati di dalam perkara yang haq, maka dipastikan bangunan agama dan peradaban ini akan tegak kokoh sebagaimana analogi ayat di atas. Wallahu a’lam.

صلى الله على سيدنا محمد و على آله وسلم


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: