Oleh: Azan bin Noordien | Juli 3, 2012

Six packs, why not?

Bismillah walhamdulillah wasshalatu wassalam ‘ala rasulillah amm ba’d

kesehatan jasmani dan rohani

Riyadhah Ruhiyah dan Jasadiyah

Dulu, saya tidak terlalu peduli dengan kesehatan tubuh apalagi berolahraga. Bagi saya dulu, kegitan yang berbau olahraga itu adalah perbuatan yang cenderung sia-sia dan tidak banyak gunanya. “Boro-boro punya pasion membentuk badan yang atletis, kesehatan ruhani saja belum beres…” itulah pola fikir saya sampai beberapa bulan yang lalu, sebelum saya intensifkan berenang dan fitness mandiri.

Kita tinjau naskah-naskah Islam, ternyata dalam hadits-hadits nabawi menganjurkan bagi mukmin untuk berolah-raga dan menjaga stamina tubuh agar selalu fit. Saya juga mengetahui bahwa Syaikh kami di ma’had, walaupun beliau sudah berusia paruh baya tapi beliau masih sanggup mengajar keliling dunia. Di pesantren, walaupun full mengajar dari pagi hingga malam, tetap tidak terlihat lelah dari wajah beliau. Jika berjalan, terlihat gagah dan, cepat dan tidak mudah letih.

Seorang mukmin apalagi seorang da’i memang dituntut untuk selalu fit, oleh karena itu penting untuk menjaga riyadhah ruhiyah atau tazkiyatun nufus dengan melakukan amal ibadah harian seperti sholat, tahajjud, tilawatul quran, puasa dsb. Begitu juga dengan menjaga kesehatan jasadi dengan memperhatikan makanan yang halal lagi thayyib (baik), tidur qoilulah (tidur siang), tidak merokok dan senantiasa berolahraga (riyadhoh jasadiyah).

**

Berolahraga dengan bermacam jenisnya, hukumnya asalnya adalah boleh, sesuai dengan kaidah ushul fiqh yang berbunyi:

الأصل في الأشياء إباحة

“Hukum asal dari sesuatu adalah boleh”

Namun, perbuatan yang asalnya mudah dalam syari’ah bisa berbuah pahala sunnah jika dengan dengan niat

1) Ittiba’ yaitu mencontohi kehidupan Rasulullah ﷺ

2) dengan niat ‘idad (persiapan) dalam rangka jihad fi sabillah

Di dalam sunnah, ada cabang olahraga tertentu yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, seperti olahraga memanah (menembak), berenang dan berkuda. Di beberapa pesantren ahlus-sunnah yang saya ketahui menyediakan kuda lengkap dengan pelana dan kandangnya.

علّموا أولادكم الرماية والسباحة وركوب الخيل

“Ajarkanlah anak-anak kalian memanah (menembak), berenang, dan menunggangi kuda..”( HR Bukhari dan Muslim)

Allah ﷻ menjadikan olahraga sebagai wasilah seorang mukmin memiliki derajat yang lebih, sehingga dengan berolahraga seorang mukmin mendapatkan pahala dan kemudian seorang mukmin akan bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat dan lebih maksimal.  Dalam hadits dikatakan:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai oleh ALLAH daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim)

olahraga yg dianjurkanUlama tafsirkan bahwa mukmin yang kuat itu adalah yang kuat imannya, karena menjadi kaidah: siapa yang sempurnakan ruhaninya maka akan Allah baguskan fisiknya. Baru kemudian definisi ‘kuat’ tersebut terdeferensiasi kepada hal-hal yang baik lainnya termasuk olahraga dan memiliki badan yang bagus. Dalam Sirah Nabawiyah diinformasikan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki tubuh yang bagus, kuat dan menawan. Kekuatan fisik yang dimiliki Rasulullah adalah haq karena kekuatan itu juga digunakan sepenuhnya untuk perjuangan agama. Dan sebagai muslim seharusnya kita harus mengikuti teladan Rasulullah dan wajib berbeda dengan orang kafir yang berusaha memiliki tubuh bagus hanya untuk kesenangan-kesenangan duniawi saja.

‘Ibroh dari Sirah Rasulullah dan Para Sahabat

Suatu ketika Rasulullah ﷺ mengumpulkan sahabatnya untuk ditanyai oleh beliau siapakah yang pernah beliau dzolimi maka hari itu beliau bersedia di qishas (dibalas sama). Ternyata satu orang sahabat maju dan menceritakan bahwa suatu ketika beliau pernah memukul badannya ketika nabi mengatur barisan perang. Tentu saja semua sahabat marah dengan sahabat yang meminta balasan tadi karena menganggap dirinya kurang ajar kepada Rasulullah.

Maka, Rasulullah menenangkan sahabat-sahabatnya dan beliau membuka jubah dan gamisnya. Terlihatlah badan Rasulullah yang putih, rata dan bagus, hingga semua orang kagum memandangnya. Nabi pun bersiap untuk dibalas pukulan oleh sahabat tadi. Bukannya memukul nabi, sahabat itu justru menjatuhkan cambuk kemudian memeluk badan Rasulullah dengan eratnya. Cukup lama sahabat itu memeluk badan Rasulullah hingga keadaan menjadi haru.

Begitulah, karena begitu cintanya para sahabat kepada Rasulullah sehingga terus memikirkan siasat bagaimana cara berdekat-dekat dengan Rasulullah, sehingga seorang sahabat tadi berhasil menemukan ide yang brilian untuk bisa memeluk Rasulullah langsung. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata: “Jika kalian ingin melihat ahli surga, lihatlah pria ini“

**

Lain kisah dalam persiapan perang Khandaq (perang parit). Di saat itu semua sahabat sudah menyerah tidak mampu memecah batu besar dikala menggali parit, tampillah Rasulullah hingga batu besar itu pecah dalam tiga pukulan. Hal ini menunjukkan kekuatan fisik Rasulullah ﷺ . Begitu juga sahabat Ali bin Abi Thalib memiliki fisik yang sangat kuat,sehingga dikatakan tameng perang beliau hanya mampu diangkat oleh tujuh orang pria biasa.

Jika kita menilik sejarah Islam setelah zaman sahabat, maka akan terbentang kisah heroik para pejuang Islam yang mengagumkan. Sebut saja Sultan Nuruddin Zenki, Sultan Salahuddin al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al-Fatih, dan lainnya. Mereka tidak hanya kuat secara imaniyah dan ilmu syari’ah, tetapi mereka juga membina raga mereka agar bisa memberikan banyak hal dalam medan jihad.

Siapa yang meragukan keinginan mereka untuk syahid? Tidak diragukan lagi mereka adalah perindu syahid, tetapi apakah mereka malas-malasan membina raga? Tidak! Mereka persiapkan secara matang dan terencana.

Barangsiapa mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya meskipun dia mati di atas tempat tidurnya..” (HR Muslim)
Jadi tidak ada alasan mengatakan olahraga itu haram atau perkara sia-sia, semua bergantung kepada niat, tujuan dan caranya. Alangkah indahnya jika olahraga diniatkan untuk hal-hal berikut:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi, sebagaimana hadits-hadits dan ‘ibroh di atas
  2. Mempersiapkan diri menuju medan jihad (I’dadi). Kita hidup di akhir zaman yang bisa saja ada kemungkinan untuk berperang pada suatu massa ketika diseru Imam al-Mahdi
  3. Menjaga stamina untuk lebih maksimal dalam da’wah dan thalabul-ilmi.
  4. Menyenangkan hati pasangan (istri) jika sudah berkeluarga

Question: Lalu, apakah harus pergi ke Gym?

Untuk membentuk badan yang ideal dan bagus tidak mesti harus ke fitness karena berhubung tempat fitness pada umumnya tidak baik suasananya. Namun jika dirasa aman dan tidak ada masalah berarti di tempat fitness tsb, maka tidak ada mengapa karena di gym tersedia alat-alat yang  menunjang penbentukkan otot yang lebih rinci dibanding dengan olahraga tanpa bantuan alat yang memadai.

Tips
Jika kondisi di gym tidak memungkinkan, maka latihan di rumah dengan alat-alat sederhana di juga cukup memadai. Alat-alat seperti barbel atau dumbel, dengan 2-3 macam ukuran berat. Adapun latihan yang bisa dlakukan di rumah seperti sit-up (dengan variannya), push up (dengan variannya), hingga hang-up. Latihan push up berguna untuk membentuk lengan, dada dan perut. Latihan sit-up membentuk perut, dan hang-up latihan untuk menguatkan semua otot bagian atas. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zadul Ma’ad, berkata: Bagian organ mana saja yang banyak digerakkan maka akan kuat.

Mengatur Pola Makan (Diet Sehat)

Hal yang terpenting selanjutnya ialah mengatur pola makanan dan asupan gizi terutama protein, vitamin B-kompleks dan tidur istirahat yang cukup untuk pembentukan massa otot. Disunnahkan untuk memakan daging (terutama daging kambing bagian lengan), kurma, mentimun, susu kambing, ikan, dan gandum. Makanan-makanan ini sangat disukai oleh Rasulullah ﷺ dan ternyata menurut penelitian sangat bagus untuk membangun dan menjaga bentuk tubuh. Wallahu a’lam.


Responses

  1. Olah Raga itu menyehatkan dan menyenangkan,

  2. please join us at galuga fitness, with me, habibi, ari, n baim
    insyaallah tempatnya asik, skalian pengen diskusi tentang agama ustadz.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: