Oleh: Azan bin Noordien | Desember 17, 2011

Laki-laki yang lebih halus perasaannya daripada wanita

بسم الله الرحمن الرحيم والحمدلله رب العالمين و الصلاة والسلام على سيدنا محمد و على آله و صحبه و من تابعهم بإحسان إلى يوم الدين

Adakah laki-laki yang lebih halus perasaannya daripada wanita? Untuk zaman kini, wanita sudah rendah rasa malunya, sudah hilang sisi halusnya. Jika pun ada, itu cuma basa-basi untuk menggaet lelaki yang sedang mencari kefeminiman wanita. Laki-laki ini berbeda, perasaannya lebih halus daripada wanita, bukan karena ia bencong atau waria, tetapi karena ada sesuatu yang lain darinya.

Kita berbicara tentang seorang laki-laki yang beriman. Punya keyakinan yang kuat di dalam hatinya, punya prinsip yang mengakar dalam jiwanya, punya naluri yang bersih dalam sanubarinya, punya kasih sayang yang melimpah dalam setiap ulurannya, dan punya pandangan yang teduh setiap gerak persoalan dunia. Inilah lelaki yang lebih halus perasaannya daripada wanita.

Jika wanita itu sensitif, maka dia adalah lebih peka. Peka setiap ayat-ayat Tuhan yang menyapa insan di setiap alur kehidupan. Ia tahu mana jalan Tuhan dan mana ajakan setan. Di saat wanita sibuk mempercantik diri dan mengumbar kemolekan raga, lelaki beriman sibuk menjaga hati menjaga pandangan. Di saat wanita sibuk menyibukkan diri di luar rumah hanya sekedar berjalan-jalan, sang lelaki sibuk melakukan ‘uzlah mengimbangi gejolak zaman.

Jika wanita itu perasa, dimanakah perasaan mereka ketika mereka menerjang perintah Allah? Wanita mudah merasa kecewa ketika dikecewakan, tetapi wanita tidak peka dengan ‘perasaan Allah’ atas diri mereka. Adakah perempuan tidak belajar kepada laki-laki yang lebih halus perasaannya daripada wanita ini? Sungguh hina wanita bila tidak mengenal Allah, mengaku bertitel makhluk paling berperasaan, tetapi tidak kenal siapa itu Allah.

Belajarlah dari lelaki yang lebih halus perasaannya daripada wanita. Halus dalam makna yang luas, mengakar, dan fundamental. Halus dalam artian karena jiwa yang mengenal baik ke-Maha-Lembutan Allah, sang Al-Lathif. Halus dalam artian karena jiwa yang ditempa oleh ma’rifatullah dari Ar-Rahim. Lembut tutur katanya, halus bahasanya, bukan karena menjaga dari pandangan manusia, tetapi karena adabnya yang tinggi kepada Allah. Selamat kepada laki-laki yang lebih halus perasaannya daripada wanita.

صلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وسلم

 


Responses

  1. benar , wanita zaman sekarang tidak tau malu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: