Oleh: Azan bin Noordien | November 22, 2010

Alangkah Lucunya Kampus Ini (part1)

Menjadi mahasiswa tingkat akhir di kampus ternyata tidak mumbuat saya lebih santai, ternyata sama saja dengan tahun sebelumnya. Sibuk. Namun di tengah kesibukan ini harus aku sempatkan juga memperhatikan kondisi umat di kampus. Ya, sudah menjadi keputusan Allah Azza Wajjalla yg mengantarkan aku ke kampus ini. Ia sudah menetapkan demikian, aku harus ridho dan bertahan di dalam lingkungan yg sgt tidak aku sukai ini.

Betapa tidak, tiap hari saya dijejali dengan pemikiran sains-sekuler yg seolah menjauhkan sains dengan agama. Baik itu dosennya apalagi mahasiswanya. Agama sepertinya Cuma dianggap aksesoris saja. Mungkin kalau perlu agama tidak usah diajarkan karena hanya menghambat iptek. Naudzubillah..

Seorang kiyai pernah mengatakan: “saat ini umat islam kenal betul dengan namanya dengan bakteri, virus, patogen dsb tetapi mereka tidak mengenal Allah ta’ala!! Ini adalah suatu kejahilan..!”

Betapa tidak, Allah lah yang menciptakan seluruh makhluk dengan kekuasaan dan keMaha luasan ilmuNya. Namun, kita seolah meniadakan Dia dalam kehidupan kita sendiri. Mengenal ciptaannya namun sedikit sekali yg berusaha mengenal Siapa di balik semua kejadian ini! Jikalau bakteri itu mau bisa berbicara kepada munusia, mungkin mereka akan berkata: “wahai manusia yg cerdas, betapa sibuknya kalian memikirkan dan meneliti kami, tetapi ketahuilah tidak ada manfaatnya apa yg kalian lakukan jika kalian tidak mengenal Sang Pencipta kami dan kalian semua..!” 

Maka, tidak heran ketika azan berkumandang, sedikit saja dari akademisi yg tergerak hatinya utk shalat. Kalaupun ada mahasiswa yg permisi keluar utk shalat, maka akan difitnah bolos, sok suci, dsb. Bahkan yg lebih mengherankan (dan menggemparkan), ketika saya tanya dalil meninggalkan kelas utk shalat berjamaah kepada seorang dosen Agama Islam, beliau malah sibuk membahas dalil2 yg kesimpulan beliau bahwa menunda2 shalat utk ilmu itu boleh.. (?) Astaghfirullah..

Setelah saya ngaji kebyk ulama di ponpes, pendapat dosen ini sangat keliru. Shalat fardhu yg boleh ditunda itu hanya shalat isya’. Itu pun dibolehkan ditunda dengan alasan yg sangat ketat, misalnya menuntut ilmu agama (bukan ilmu sains) dan menghadiri majelis agama. Kok bisa2nya berdalil ilmu pengetahuan (sains) sehingga shalat ditunda??

Alangkah lucunya kampus ini…

Sebetulnya kita sama2 mengetahui bahwa akar masalah di manapun maupun di kampus ini adalah tidak adanya sistem pendidikan yg mengedepankan iman sebagai pondasi. Adapun mata kuliah agama, cuma sekedar teori saja, tidak sampai kepada penghayatan keimanan itu. Bahkan marak sekarang di kampus2 diajarkan politik yg dihubung-hubungkan dengan islam, dsb. Duh, nggak komen lah..

Nah, dari ketiadaan penghayatan iman inilah yg berakibat fatal! Banyak sekali efek buruk yg ditimbulkan. Misalnya, yaitu:

(1)Pola fikir para pelajar muslim berorientasi kepada kepentingan dunia.

Sebetulnya jika ditanya, apa sih yg memotivasi anda utk belajar di kampus ini?? Maka akan ada yg menjawab, “saya disini utk membahagiakan org tua.”, atau “saya ini mau jadi ilmuan..”, atau “saya harus meniti karir dengan menyelesaikan S1 dulu..”,  atau “saya ingin hidup mapan dan mewah..”, atau “saya kan harus berpendidikan tinggi..” dsb…

Semua ini tidak salah, cuma, jikalau orientasi kita cuma dunia tok, maka di akhirat nanti melongo karena gak dapat bagian apa2, malah di terkena adzab karena dulu berlalai2 dgn urusan akhirat. Jangankan di akhirat, di dunia saja sudah Allah adzab dengan memberikan kehidupan yg penuh angan2, stress, dicabut keberkahan hidup, tidak tenang dsb.

Efek selanjutnya ialah..

(2) Pelajar suka hura-hura dan mengikuti tren hedonisme. Mulai dari hal yang sederhanya hingga punya hobi parah. Ada yg hobi nonton ke bioskop, window shopping ke mall, pacaran/seks bebas, nge pub, dsb.. (sebaliknya simbol2 ketaatan thd agama dijadikan bahan tertawaan..)

Mengapa bisa seperti ini? Hal ini terjadi karena tidak tercapainya kebahagian hakiki dalam perjuangan. Sederhananya seperti ini: Kuliah dan aktivitas di kampus adalah kewajiban. Jika kegiatan tsb selesai, maka ini disebut dengan rehat.

Apakah anda melihat ada yg salah?? Tidak ada??

Saya mengatakan justru ini masalahnya! Kenapa gaya hidup modern termasuk mahasiswa di perkotaan2 suka melampiaskan dan mencari2 hiburan di luar aktivitas ‘wajib’ mereka?? Hal ini dikarenakan tidak adanya kebahagian hakiki yg tersirat di dalam ‘kegiatan’ wajib itu. Sehingga ketika pekerjaan selesai, maka sasaran berikutnya adalah ‘hiburan’, padahal jikalau hiburan itu ditelusuri betul2 dan dipuas2kan betul, apakah ada titik akhir pada hiburan2 tsb yg mengantarkan kepada ketenangan hakiki??

Jawabannya: Tidak Ada!

Allah byk berfirman dalam Al Quran: “tidak lah kehidupan dunia kecuali kesenangan yg menipu,…” “tidak lah kehidupan dunia kecuali permainan dan senda gurau belaka…” “ Kehidupan akhirat itu lebih baik dan kekal..” Tidak kah mereka berfikir…??” “ dan tidak kuciptakan jin dan manusia, kecuali utk beribadah (mentauhidkan) kepada –KU…”

Patut kita renungi sebuah hadits: mahfumnya: “JIka seorang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah keta’atannya kepada Allah, tidak akan menambah apa2 baginya kecuali semakin membuatnya jauh dari Allah..”

Maka, tidak heran, untuk mengucapkan “Assalamu alaikum” atau “bismillah” saja bagi seorang dosen muslim di kampus sangatlah berat. Saya melihat ratusan ton beban di mulut beliau sehingga tidak mampu sekedar mengucapkan kata “Allah” saja. Padahal beliau yg saya hormati ini adalah bertitel doktor bahkan profesor. Tapi apakah ilmu mereka benar2 bermanfaat..?? Bahkan tidak jarang dosen yang malah mengajak mahasiswa agar pacaran, merokok, selingkuh, dsb. Astaghfirullah…

Alangkah lucunya kampus ini…

Dosennya aja mumeut, apalagi mahasiswanya. Mau dibawa kemana mahasiswa dan mahasiswi pak..? Buk…? Ke neraka (yg tampak indah di dunia) atau ke syurga (yg terkadang tampak sukar di dunia, padahal tidak..)?? Jadi, jikalau saya di kelas, terjadilah sebuah parodi lawak kelas tinggi. Terjadilah aliran pemikiran yg tidak ada ujung-ujungnya! Seperti merebus air di periuk. Lama kelamaan air panas akan terus berputar dan akhirnya semuanya menjadi panas..panas dan… masuk neraka saja…

Alangkah lucunya kampus ini…

Semua ini adalah sedikit bahan renungan bagi kita, terutama utk saya. Apakah hidup kita sudah benar2 berarti? Apakah kita sudah mencari hikmah dan menelusurinya dengan baik? Tidak apa bersakit-sakit sedikit di dalam prinsip kebenaran, daripada (kelihatannya) bersenang-senang, tetapi jauh sekali daripada jalan kebenaran illahi..!

(to be continued)


Responses

  1. ngeh ngoten niku katah2 e manusia zamn sakniki mz,,,,,,,
    lali marang kang nyiptaake,, sopo awak qu, ge opo urep qu, kemana nanti kita pulang,,,,,!! alhamdulillah sampean masih ingat dan mau mengingat kan,,,, terusaken syiare sampeaan, mugi Allah pareng padang lan dalan marang panjenengan .amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: