Oleh: Azan bin Noordien | Agustus 7, 2010

Mengkaji Serius State of Mind!

what the most important think in ur life?

Siang itu, setelah diminta berbicara di depan ratusan pelajar kota Bogor, saya dan para pelajar (mahasiswa/santri) berkumpul membentuk suatu majelis kecil dengan pembicaranya ialah seorang ekonom bertitel doktor. Beliau tampak bersemngat menjelaskan apa yang sedang ia jelaskan seolah mulutnya mau memakan apa yang ada di depannya (lebay mode:ON).

Saya pun jadi tertarik dan ikut ‘nimbrung dalam majelis non formal itu. Bapak doktor tampak seperti seorang ustadz betulan, dengan setelan pakaian sunnahnya. Tidak tampak sama sekali ciri seorang ekonomnya, namun setelah saya mendengarkan ‘mukadimah’ pembicaraannya saya baru ‘ngeh’ bahwa yang saya dengarkan adalah seorang intelek plus berpaham ahlu sunnah dengan gaya da’i yang sangat kental. Subhanallah!!Penasaran apa yang sedang kami bicarakan ketika itu? Ok, simak baik-baik uraian berikut, karena ternyata yang kami bahas adalah pembahasan besar yang sangat mendasari segala hal!

Apapun profesi manusia di dunia ini, semuanya akan bermuara pada satu tujuan hidup. Tujuan yang memacu dirinya agar menjadi hal yang demikian-demikian, yang ia anggap menjadi puncak pencapaian kebahagiaan. Intinya, dalam benak pemikiran dan angan-angan manusia itulah yang menjadi motivasi hidupnya dan sekaligus menjadi target-target hidupnya, walau terkadang hanya sebatas angan-angan karena belum tercapai!

Maka, akan sangat menyedihkan sekali bila kita memperhatikan kebanyakan dari manusia yang menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan. Saat ini uang dijadikan alat utama dalam mencapai kebahagiaan, sehingga bisa kita perhatikan impact yaang terjadi pada masyarakat. Hampir seluruh lini kehidupan kita penuh dengan suap-menyuap sebagai jalan pintas untuk mendapatka posisi dan jabatan di pemerintahan. Maka, tidak heran, jalan haram yang bertentangan dengan agama dilanggar!

Apa penyebabnya semua ini? Penyebabnya, menurut sang ekonom, ialah sudah bergantinya STATE OF MIND manusia itu sendiri. THE MOST IMPORTANT THING dalam benak manusia saat ini ialah UANG, dengan uang akan membeli fasilitas, dengan fasilitas ia akan hidup bahagia. Dengan uang ia bisa mendapatkan jaminan kesehatan, dengan uang bisa meraih wanita idaman, dengan uang bisa dihagai org lain, dengan uang bisa ini dan itu dsb.. Sehingga kami para pelajar, santri, dan mahasiswa diwanti -wanti oleh beliau, jangan sampai studi yang dilakukan saaat ini dijadikan jembatan untuk mengikuti alur state of mind yang keji ini!

yakinlah, tanpa uang anda bisa bahagia

Tidaklah muluk-muluk yang beliau katakan, apa sih yang mendasari orang-orang kebanyakan saat ini pergi sekolah, atau menempuh peguruan tinggi, atau apa sih yang menyemangati para orang tua untuk menyekolahkan anaknya?? Sungguh mengkhawatirkan, bila kita menghubungkan dengan state of mind di atas! Benar, sekolah atau menuntut ilmu saat ini telah dijadikan untuk memperoleh sekedar gelar dan ijazah, kemudian dengan ijazah itu ia bisa melamar kerja di perusahaan yang bonafit, minimal PNS lah kata beliau. Miris sekali ya..Jadi, tidak mengherakan bila yang mengkorupsi (baca:merampok) uang rakyat ialah mereka yang berpendidikan tinggi, berdasi, dan dari kalangan akademisi..!

Coba sepintas kita perhatikan pula gaya hidup anak muda saat ini. Life anak muda ialah hura-hura, pacaran, musik, kosmetik mahal, pakaian yang mengumbar aurat, dsb. Semua ini sangat terkait dengan state of mind, mereka yang menganggap hidup ini adalah kesenangan semu belaka. Maka tidaklah dibanggakan bila tampilan OK, prestasi OK, cew cakep, kendaraan bagus, bonyok tajir, dsb, bila ternyata target hidupnya cuma untuk materi dan materi. Mana Allah?

Camkan, yang terjadi saat ini bukanlah perang fisik antara umat islam dan kaum zion-satanisme*. Yang terjadi ialah perang permikiran, di TV dan di berbagai media, yang memang dikuasai Yahudi, mereka dengan sengaja membuat program sistematis: bagaimana anak-anak muda berfikir pragmatis, seolah tak bertuhan, adapun segi religius hanya bersifat simnol-simbol dan ritual belaka. Digencarkannya pemikiran semacam ini agar state of mind manusia berpindah. Maka, tidak heran, saat ini yang tersisa dari pada umat islam hanya islam KTP. Mengaku islam, tapi akidahnya jauh, cara berfikirnya jauh dari aturan ilahi, intinya mereka bilang hidup semau gue, yang penting happy-happy!!

Coba kita tengok pula kaum selebritis, tidak lepas kehidupan esek-esek. Miris mereka bahkan dijadikan publik figur yang di idolakn oleh masyarat luas. Zina sudah merebak dengan berbagai istilah2 nya, baik pacaranlah, ML, selingkuh, PIL, WIL, dsb (saya juga tidak ngerti). Pacaran zaman sekarang sudah bisa diartikan berzina secara mutlak, karena faktanya memang anak muda pacaran sudah berada di tebing perzinaan. Belum lagi angka prostitusi, wanita malam, semakin menjadi-jadi. Semua ini terjadi karena state of mind dalam kepada manusia sudah mengarah epada kehidupan semu, kenikmatan semu, salah satunya ialah SEKS BEBAS! Bahkan buah dari seks bebas ini semakin luasnya penyebaran HIV-AIDS, dan munculnya kelainan2 seks (seks menyimpang), semakin banyak pelaku homo-lesbian, malah mungkin tidak lama lagi akan muncul undang-undang yang melegalkan kawin sesama jenis di indonesia! Na’udzubillah! Semua ini berakar daripada State of Mind, selain Allah!

Coba kita perhatikan dengan seksama, disekeliling kita yang banyak ialah iklan-iklan yang menjual angan-angan duniawi, padahal mereka di balik itu cuma ingin meraup keuntungan materi belaka. Dimana-mana diiklankanbahwa kehidupan yang ideal itu seperti ini dan seperti itu, yang kesemuanya mengarah hanya kepada materi. Ciri kehidupan memang sudah jauh dari hakikat kebenaran! Maka, pehatikan efeknya di masyarakat, yang dianggap maju ialah orang yang mempunyai rumah, mobil mewah, kendaraan bermotor lainya. Jepang hanya tersenyum-senyum saja melihat polah tingkah muslim indonesia yang sangat royal dengan motor-motor mereka. Saya perhatikan sendiri dimana-mana, walaupun rumahnya gubuk, tapi teteup saja pasti ada motor baru walau kreditan. Perhatikan dimana-mana, kredit motor jual beli motor aksesoris motor, banyak sekali, bahkan dengan sisitem riba dipake, waduh, kacau sekali ya.. Aturan ilahi diberangus demi kenikmatab dan angan-angan!

Kemudian coba pula perhatikan korban-korban lainnya. Angka pengemis, anak jalanan, bayi yang dibuang, bunuh diri, narkotika, apalagi angka orang gila semakin melambung tinggi. Maaf, mereka ini adalah korban dari angan-angan dari state of mind yang salah!! Bila manusia tidak sampai kemampuan otaknya berfikir untuk memperoleh target hidup sementara keinginannya melebihi kemampuannya, maka tidak heran hasilnya adalah ERROR artinya GILA BETULAN.

Sebetulnya masih banyak penyakit-penyakit kita yang ingin saya bahas disini sebagai bahan renungan bagi kita semua, tapi menurut saya ialah metode penyembuhannya yang perlu kita kaji lebih serius. Karena buat apa kita bahas ini itu bila kita tidak mengambil sumbangsih dalam penyelesaiannya.

Sekali lagi, yang sedang terjadi pada diri kita ialah STATE OF MIND yang telah menyimpang! Intinya, jika hati dan pikiran manusia tidak diarahkan ke state of mind yang benar, maka pasti akan banyak tejadi pelanggaran-pelanggaran. Walaupun skalanya kecil, pasti ada gejalanya. Sedikit saja terjadi kebocoran pada pola pikir kita, maka bisa dideteksi kehidupan kita pasti ada kegelisahannya. Betapa banyak, org2 dari kalangan aktivis agama islam, namun hidupnya belumlah sebahagia yang islam tawarkan!!

Saudaraku, manusia harus dibawa ke state of mind yang HAQ yaitu IKHLAS, MENTAUHIDKAN ALLAH!! Kalimat Laa ilaha illallah, bukanlah sembarang kalimat, tapi ia ialah kalimat yang menopang State of Mind manusia secara benar. Ia adalah kalimat tauhid yang mengEsakan Allah dalam segala hal, termasuk cara membinaan ruhani dan cara berfikir manusia. Agama bukanlah sebatas retorika dan tulisan. Tapi agama bila dijalankan dengan benar akan memberikan effeck yang RRUUAARR BIASA yang membias dengan sangat hebat pada kehidupan manusia, menjadikan setiap insan menjadi raja walau ia bukan raja secara fisik. Yakinlah!! karena itu lah pencapaian para leluhur dan ulama-ulama kita terdahulu. Sampai-sampai Imam Hasan Al Bashri berkata: “Jikalau raja-raja persi dan rumawi mengetahui kebahagiaan kami, niscaya akan mereka beli dengan seluruh kerajaan mereka.” Alhamdulillah, itu pula yang saya rasa setelah memakai ‘produk’ islam ini.

Maka, dengan ini saya tidak ingin ini hanya menjadi wacana saja, kita baca-mengerti-lalu lupa lagi dengan Allah. Maka, usaha atas perjuangan agama ini masih berlangsung. Solusinya ialah tanamkan keyakinan kapada State of Mind yang benar yakni keyakinan yang sempurna kepada Allah, ikuti sunnah Rasul secara sempurna sebagaimana kaum salaf (bukan islam moderat yang diistilahkan sekarang), Latihlah shalat sebagai ubudiyah utama dengan sempurna mulai dari istinja, wudhunya, dan tata cara shalat (lahir-bathin) nya. Perbanyak hadiri majelis ilmu agama yang hikmah dan hadiri selalu majelis Dzikir, Kemudian tetaplah berakhlak yang baik sesama manusia, walau ia masih jauh dari agama. Ikhlaslah dalam beramal, agar masuk dalam daftar nilai Allah, selain itu akan terbuang dari hadapanNya. Terakhir yang paling penting ialah IKUTILAH ROMBONGAN DA’WAH yang ikhlas berjuang di jalanNya, yakni program KHURUJ (keluar di jalan Allah) selama sekemampuan kita yakni 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Hitungan hari hanya metode bukan maksud, sebagaimana yang tlah diarahkan oleh musyawarah ulama seluruh dunia. Wallahu a’lam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: