Oleh: Azan bin Noordien | April 8, 2010

Habib Umar bin Hafidz: Bijak dalam Perbedaan dan Kuat dalam Ukhuwah (1)


Yang berhubungan dengan upaya menyelamatkan umat islam dan menyampaikan cahaya pada mereka dan upaya untuk mengantisipasi tipu daya para musuh Allah. Allah menugaskan kita untuk menegakkan nilai solidaritas ukhuwah dan saling bahu membahu (ta’aawun) diantara kaum mukmin secara umum, dan para tokohnya secara khusus. Kita harus saling berbesar hati sat sama lain.

Kemampuan untuk memahami bahwa empat mahdzab fiqh dan paham Asy’ariyyah dan Maturidiyyah yang merupakan kelompok terbesar umat islam adalah satu kesatuan. Adapun kelompok islam lain yang tetap bersyahadat, namun bertentangan dengan mahdzab-madzhab muktabar, tidak diragukan lagi bahwa mereka salah. Mereka adalah kelompok sesat yg tanpa perlu diragukan lagi. Namun, mereka punharus disikapi secara proposional sesuai dengan tuntunan sunnah dengan mencegah agar sampai kesesatan mereka masuk ke hati dan akal masyarakat, tentunya dengan penjelasan yg baik. tidak perlu menyelesaikan dgn saling bergesekan dan tindakan kekerasan yg membuang energi sia-sia padahal itu tidak perlu

Kebesaran hati para tokoh ulama dan pengikutnya terhadap mereka yg berselisih pendapat apalagi ideologi masih dalam kelompok Ahlussunnah wal jamaah, merupakan satu hal yg terkadang berat bagi jiwa seseorang. Namun pondasi prinsip adalah mengabaikan perselisihan, karena ketika hawa nafsu berperan dominan dan muncul perselisihan, maka akan lenyap peluang kemenangan dari Allah.

Allah berfirman: “Janganlah kalian berselisih, niscaya kalian akan mengalami kegagalan dan akan lenyap kemenangan kalian. Pertolongan Allah selalu bersama jamaah (yang bersatu padu)”

Kita bisa liat bahwa para sahabat terkadang berbeda pendapat dalam masalah furu’ (cabang) pada cara pandang mereka dalam memahami ucapan rasulullah saw. Tapi nabi saw mengakui semua pendapat mereka (para sahabat itu). Hati mereka pun saling mencintai, menyayangi dan bersatu padu. Tidak satupun diantara mereka yg menganggap sesat atau menyalahkan yg lainnya, apalagi sampai lancang mengkafirkan saudaranya. Ini semua jelas dan nyata dalam kehidupan para sahabat, tabi’in dan para imam kita.

Realita ini pula yg ada dalam biografi Imam Abu Hanifah, beliau adalah murid dari Ja’far As Shodiq. Realita yg sama juga ada dalam biografi Imam Malik bin Anas, beliau adalah murid Nafi’, Maula bin Umar. Realita yg sama juga ada dalam biografi Imam Syafe’i, beliau adalah murid Imam Malik. Realita yg sama juga ada dalam biografi Imam Ahmad bin Hambal, beliau adalah murid Imam Syafe’i.

Mereka berbeda dalam pandangan ijtihad masing-masing. Tapi tidak satupun diantara mereka yg menskreditkan yg lain. Mereka saling menghargai satu sama lain. Mengakui kemuliaan dan kelebihan masing-masing. Masing-masing mereka berkonsentrasi pada hubungan mereka dengan Allah dan menyampaikan amanah pada sesama hamba-hamba Allah.

Oleh karena itu, kita perlukembali meluruskan nilai ukhuwah dan saling berkoodinasi dan bekerjasama. Hari ini sebenarnya kelompok Ahlussunnah Wal jamaah merupakan mayoritas. Tapi hubungan dan kerjasama diantara mereka sangat minim. Di luar mereka ada kelompok yg minoritas tapi intensitas kerjasama mereka tinggi. Mereka lalu tampil dan berpengaruh besar thd umat, sehingga sebagian umat islam mengira bahwa ternyata tidak ada lagi ahlussunnah, kecuali sedikit. Semua di penjuru bumi seolah berubah bukan ahlussunnah lagi.

Padahal ini tidaklah benar! Namun intensitas dan semangat di antara mereka memperlihatkan hasil dan pengaruh besar. Sementara kurangnya interaksi antara ahlussunnah menenggelamkan mereka dan tidak berpengaruh secara optimal. Sehingga sebagian besar negara-negara islam saat melihat : opini yg merebak dan propaganda yg berkembang, mereka mengira bahwa saat ini ahlussunnah tidak lagi mayoritas, ahlussunnah sudah lenyap. Padahal ahlussunnah sampai saat ini tetap mayoritas. Tapi mereka harus kembali bekerja sama dan berkoordinasi, sehingga mereka akan lebih memberikan kesan dan pengaruh secara nyata. (bersambung)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: