Oleh: Azan bin Noordien | Maret 14, 2010

Yang hilang dari kita ialah kekuatan ruhani

Judul tulisan ini saya tujukan kepada diri saya, dan semoga bermanfaat juga bagi yang membaca, terutama salah satu kerabat saya yang meminta penjelasannya mengenai masalah ini. Amiin.

Satu hadits, yang saya terima dari seorang a’lim Ustadz Aslam, dari nabi saw bahwa bersabda: yang mahfumnya: Setiap muslim bagaikan emas dan berlian yang terpendam. Kemudian ustadz itu menjelaskan panjang lebar maksud dari hadits ini. Intinya, setiap insan manusia memiliki potensi yang luar biasa. Yang jika dikembangkan dengan benar maka, ia akan bersinar dan menerangi kehidupannya dan orang-orang di sekelilingnya dengan cahaya hidayah. Ia akan menjadi da’i (ahli da’wah) yang penuh dengan pandangan yang tajam, syarat dengan hidayah.

Catatan, berpotensi yang dimaksud hadits ini bukan potensi keduniawian dan bakat-bakat lahiriyah lainnya. Tetapi setiap insan manusia mempunyai : potensi kekuatan ruhani yang dahsyat. Kenapa? karena masalah keduniawian (misal harta, kedudukan, jodoh) semuanya telah ditetapkan Allah demi kemaslahatan manusia itu. Masing-masing manusia berbeda dalam masalah keduniawiannya. Namun, untuk urusan ruhani, Allah sama sekali tidak membatasi setiap hambanya walaupun ia hanyalah seorang hamba biasa, bukan nabi dan bukan pula rasul.

Hal ini telah diperkuat dengan banyak dalil. Misalnya dalam Al Quran Ali Imran: 110. Artinya: kalian (umat islam) adalah umat terbaik yang dikeluarkan/dikerahkan untuk seluruh insan, (karena) kalian mengajkak kepada yang ma’rif (baik) dan mencaegah dari hal2-hal yang buruk (mungkar), dan kalian beriman (yang sebenarnya) kepada Allah...dst. Ulama sampaikan, mulianya umat akhir zaman ini karena selain mereka beriman kepada Allah, mereka diberi tugas kenabian yakni mengajak seluruh umat untuk ta’at kepada Allah.

Juga dalam sebuah hadits shahih, Nabi Saw menceritakan bahwa kelak di akhir zaman ada segolongan umatku, yang berjalan menyelusuri lembah-lembah dan gunung gunung, dan mereka mengajak manusia semua taat kepada Allah. Mereka itu lah yang derajatnya ditinggikan hingga setara dengan para anbiya dari bani Israiil.

Lalu bagaimana cara menjadi da’i yang luar biasa itu. Maka dijelaskan, bahwa upaya pertama dari seorang hamba ialah ia bersaksi dengan kalimat thoyyibah. Laa ilaha illallah muhammadarrasuulullah. Kemudian memahani hakikatnya serta menda’wahkannya. Kemudian terus berupaya dalam usaha tazkiyatunnufus (pembersihan jiwa), kemudian beramal dengan ikhlas dan istiqamah, selalu menonjolkan akhlak, menghidupkan sunnah, bermusyaroh/bermuamalah dengan hukum islam, dan senantiasa bertaubat kepada Allah.

Nah, kebanyakan dari kita para juru da’wah ialah melupakan TUGAS kita sebagai hamba Allah yakni tazkiyatunnafs, upaya serius untuk membersihkan diri. Malahan fakta di lapang kita temukan, adanya da’wah yang tidak sunnah lagi, dicampuri dengan politik praktis, demonstrasi, hujat sini-hujat sana, anarkis, kemudian berseteru dengan kalangan umat islam yang berbeda fiqih, sering ikhtilat dengan lawan jenis, menonton TV, terlalu banyak dengan hiburan (hatta yang berbau islami),… dsb

Banyak diantara kalangan umat islam yang berda’wah atas nama islam, namun ia melupakan tahajjudnya, shalat berjamaah tepat waktu, musyawarahnya, su’bah dengan ulamanya, tilawatil qurannya, menuntun ilmu agama dengan benar sesuai ahlussunnah, menghadiri majelis dzikir dsb,..

Amal-amalan yaumiyyah infirodiyyah tersebut ibarat peluru bagi seorang da’i. Dengan kekuatan ruhani yang kuat, insya Allah setiap gerik kita akan menjadi hidayah.  Namun, sangat disayangkan kita semua kadang lalai dengan upaya tazkiyah ini. Yang kita tonjolkan adalah gerakan fisik daripada gerakan ruhani. Padahal seperti yang dijelaskan hadits di atas, akar potensi kita ialah kekuatan ruhani. Wallahu a’lam..

http://www.azansite.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: