Oleh: Azan bin Noordien | Februari 20, 2010

Pilihkan Kisah yang Terbaik untuk Anak Anda

 

anak adalah amanah

Dewasa ini, semenjak saya bertambah dewasa -kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun saya- ternyata saya baru menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada masa kecil saya. Sehingga dampaknya sangat saya rasakan saat ini. Mungkin hal ini banyak diantara kita yang menganggap sepele, tapi percayalah pada firasat saya bahwa ini bukan masalah sepele! Berikut penjabaran ilmiyahnya.

Masalah itu ialah metoda penyerapan nilai-nilai pada usia dini. Maksudnya ialah kesalahan pada bahan bacaaan atau bahan dongengan yang sering diperdengarkan/diperlihatkan kepada anak-anak. Sehingga pemahaman yang akan masuk sudah jauh menyimpang dari jalan perjuangan yang sebenarnya yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Mulia Muhammad Saw dan para sahabatnya yang tangguh.

Masa balita dan kanak-kanak ialah masa emas dimana pada masa itu anak cepat sekali menyerap apapun yang diberikan kepada mereka. Kesuksesan anak pada masa remaja dan dewasa ke depan otomatis bergantung pada masa ini. Walaupun tidak mutlak, tapi setidaknya, kita akan mempunyai kesempatan lebih besar dalam menyiapkan generasi islam tangguh dengan memaksimalkan ‘tarbiyah’ pada tahap usia ini. 

Jika pada usia kritis ini, anak hanya dibawa kepada alam imajinasi, maka jangan heran kelak anak akan menjadi orang yang bingung dengan perkara akhirat serta akan sedikit berfikir dengan konsep islam. Karena islam bukan imajinasi, Islam adalah agama realistis yang telah diperjuangkan dan dibuktikan pengamalannya hingga zaman sekarang.

Sebaliknya, jika pada usia emas ini, anak-anak telah dibiasakan dengan perihal agama, maka ke depan saat usia sudah beranjak kepada fase mandiri, maka ia akan mudah memahami agama serta mengamalkannya. Sangat baik sekali bila ketika dini (bahkan dalam kandungan), anak sudah dibiasakan ‘bergaul’ dengan lantunan Al Quran. Hal ini mutlak harus dicontohkan dulu oleh kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua sudah akrab dengan al quran, maka insya Allah anak juga akan senang dengan Al Quran. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa lantunan Al Quran yang tartil (teratur dan benar bacaannya) akan meningkatkan kecerdasan otak dan spiritual jiwa anak. Hasilnya jauh lebih baik dengan musik klasik yang dibangga-banggakan oleh westernis selama ini.

Jika anak sudah beranjak pada fase komunikasi aktif, maka dianjurkan untuk mulai mendengarkan kepada mereka kisah-kisah ASLI yang benar-benar terjadi, bukan dongeng. Tentu dengan bahsa yanmg sesuai dan mudah dicerna. Jangan pernah menceritakan kisah-kisah fiktif atau khayalan tingkat tinggi. Haram menceritakan kisah yang mengandung tahayul, mistis, dst. Sebuah kajian serius yang saya amati, dan para agamawan kristen mengakui bahwa banyak kisah-kisah buatan yang sengaja dibuat-buat gereja untuk memajukan misi penyebaran agama kristen ini. Kisah-kisah semacam Putri Salju, Cinderella, Sinterklas, dll adalah kisah-kisah tidak ada dasarnya. Tidak lebih cerita-cerita itu adalah rekaan saja. Apalagi di dalamnya terdapat upaya penanaman aqidah yang salah.

Maka, alangkah baiknya jika kita biasakan anak kita untuk menyimak kisah-kisah islami asli, semisal shirah nabawiyah (bioragfi nabi Muhammad Saw), kisah-kisah dalam al quran/hadits, kisah perjuangan da’wah anbiya’, kisah para sahabat (Hikayatussahabah), kisah para ulama salafussalih, dan tidak apa-apa juga menceritakan kisah-kisah hikmah lainnya. Bisa dibiasakan ketika anak hendak tidur. Dan dalam pembicaraan sehari-hari pun hendaknya kita tujukan dan mengaju kepada teladan-teladan yang ada.

Dan pada aplikasinya, berikan da’wah bil hal (teladan nyata) dari kedua orang tua. Sehingga ketika anak mulai memahami, ia tidak akan sungkan dan berfikir ulang ketika akan mengamalkannya. Syukur-syukur juga lingkungan tempat anak tumbuh kembang seperti sekolah/madrasah/lingkungan tempat tinggal semuanya men-support keislamannya. Intinya, betul-betul dimulai dengan serius dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya ‘usaha rumahan’ seperti ini, insya dari rumah kita akan lahir generasi-generasi yang kuat aqidah islamnya, mantap ‘amalannya, serta kuat da’wahnya. Insya rumah kita akan menjadi rumah ‘produksi’ ulama, diturunkannya sakinah, dan insya Allah berkah. Wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: