Oleh: Azan bin Noordien | Februari 3, 2010

Akar permasalahan umat manusia dan pemecahannya

Saat ini, mungkin kita sama-sama menyadari bahwa kita sering berbenturan dengan masalah-masalah,  yang masalah itu terkait dengan pelanggaran yang dilakukan orang lain. Misalnya, kita sama-sama memahami bahwa perbuatan A adalah perbuatan yang melanggar hukum/norma/adab, maka seharusnya di saat kita mempunyai peluang untuk memperoleh kebaikan lebih dari suatu kondisi, maka ada saja pihak-pihak yang melanggar dan melakukan perbuatan A itu. Sedangkan perbuatan A itu sangat terkait erat dengan kenyamanan sosial.

Kita juga harus mengakui, bahwa disamping kita banyak ‘dikecewakan’ oleh pelanggaran-pelanggaran orang lain, ternyata kita sendiri harus mengakui pula bahwa kita juga telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran -baik sengaja atau pun tidak- yang perbuatan kita itu mengakibatkan orang lain merasa dirugikan.Nah, kalau kondisinya terus seperti ini, kapan kesulitan itu akan berakhir? Karena seperti lingkaran setan, di saat yang sama ada yang melanggar, ada pula yang protes, padahal ia sendiri banyak berlaku yang merugikan.

Jawabannya ialah, ketika anda telah membaca tulisan ini, alhamdulillah minimal sedikit banyak dan setidaknya anda telah ‘terpilih’ menjadi orang yang akan memahami bahwa hal ini harus dihentikan! Anda sudah diberikan kesempatan untuk merubah dunia!!

Sebenarnya untuk menguraikan judul di atas itu sangat panjang. Namun, dengan tulisan saya yang terbatas pada blog ini, agaknya akan menyingkap beberapa hakikat dan inti-intinya. Dan segala yang kembali kepada hakikat akan lebih mudah bahasanya dan lebih membuat nyaman. Karena dalam sebuah hadits Nabi Muhammad bersabda: Kebanyakan daripada ahli syurga itu ialah orang yang berfikir sederhana (Minhajul ‘Abidin, Imam Al Ghazaliy)

Jadi, tidak usah terlalu dipusingkan dan dibesar-besarkan, untuk bagaimana memahami judul blog saya ini yaitu: Akar permasalahn umat manusia dan pemecahannya. Karena ada yang mengatakan permasalahan umat ini adalah masalah ekonominya –bagi orang ekonomi. Ada pula yang mengatakan permasalahan umat ini adalah masalah politiknya dan tata hukumnya –bagi para negarawan. Ada juga yang mengatakan permasalahan umat ini adalah masalah moralnya –bagi mereka pemerhati moral. Ada juga yang mengatakan permasalah umat ini adalah masalah pangan dan pertaniannya –bagi orang pertanian. Ada juga yang mengatakan permasalah umat ini adalah masalah kesehatannya –bagi orang-orang yang berkecimpung di bidang kesehatan. Dsb…

Bayangkan, bagaimana saya akan membahas itu semua satu-per satu per bidangnya? Berapa buku yang akan ditulis? Lagi pula saya tidak kompeten di bidang-bidang yang saya sebutkan di atas. Daripada susah begitu –dan hanya menciptakan masalah baru- bagi saya, lebih baik kita kembali merujuk kepada kitab paling agung di dunia, yaitu Al Quran dan hadits Nabi Muhammad saw. Semua agama mengakui ke-validan kitab al quran dan hadits Nabi Saw.

Dalam Al Quran, Allah berfirman yang mahfumnya: Sesungguhknya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah jiwa mereka sendiri (dengan membersihkannya). Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka allah pasti akan tunjukkan jalan-jalan (petunjuk) hidayah. Sungguh beruntung/sukses/berjaya orang-orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh celaka mereka yang mengotorinya.

hati-hati dengan hati

Jadi, singkat saja, masalah manusia saat ini karena ‘HATI KOTOR’!!! Manusia dan umat islam pada khususnya mengabaikan hati sebagai pondasi dalam bertindak! Kita telah melalaikan tugas utama kita yaitu selalu membersihkan hati dan berbuat amal’shalih (perbuatan baik), apakah itu dalam bentuk ibadah khusus atau ibadah umum. Kita selaku hamba tuhan telah melalaikan banyak sekali tugas-tugas kita dalam menyempurkan agama dan ibadah dalam diri kita!

Sehingga yang terjadi dimana-mana adalah cerminan hati umat yang kotor. Sumpah serapah tidak asing lagi, bahkan yang katanya pejabat yang berpendidikan tinggi pun tidak malu menyumpahi dan melaknat orang lain. Korupsi di negara ini mengakar, baik yang di atas maupun rakyat kecil. Kebohongan dalam perdagangan/muamalah terjadi meluas, penipuan dan barang-barang imitasi beredar dimana-mana. Belum lagi masalah pornografi, pemerkosaan, seks bebas, prostitusi, judi togel, minuman keras, tawuran antar pelajar/mahasiswa, narkotika, dsb.

Bagaimana mengubah keadaan ini menjadi peradaban yang mulia? Jangan kita menyalahkan orang lain! Kita sendiri sebenarnya lebih berbahaya kalau hati kita lalai dalam mengingat Allah! Jangan pernah pula merasa lebih baik daripada orang lain. Yang harus kita lakukan adalah bergerak, mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Hati kotor, bukan perkara ringan! Karena hati adalah tumpuan pandangan Allah! Dalam sebuah riwayat Nabi saw bersabda: Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentukrupa mu dan hartamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan perbuatanmu. Nabi saw juga bersabda: Sungguh di dalam tubuh anak adam ada sebuah gumpalan. Apabila ia baik, maka baik semuanya. Apabila ia buruk, maka buruk pula semuanya. Ketahuilah, ialah Hati (qalbu)

Jadi, jikalau diri kita mau dipandang baik oleh atasan kita yaitu Allah, maka mari sama-sama kita perbaiki hati. Insya Allah jika hati kita selalu diupayakan untuk dibersihkan dari kesyirikan, keyakinan kepada makhluk(materi), sifat dengki, hasud, iri, takabbur, sombong, dll, insya Allah, Allah akan mudahkan kita sebagai bawahannya di dunia dan diakhirat. Tidak ada bawahan yang paling mulia selain menjadi hamba Allah. Bahkan orang yang bersih hatinya akan diangkat dan dimuliakan oleh Allah.

Untuk urusan hati ini, seorang ulama tasawuf yang mashyur, Habib Abdullah Al Haddad memberikan nasihatnya:

Tumpukanlah perhatian kamu kepada urusan hati dan batin kamu, buktikan perkataanmu dengan amalmu, dan amalmu dengan niat dan ikhlasmu, dan niat serta ikhlasmu dengan menjernihkan sanubari dan memperbaiki hatimu, karena hati adalah asal dan dialah tempat perputaran segala-galanya. Sesungguhnya Allah hanya menilai hati dan niatmu. ( Tiga Hizib wali Qutub – Syaikh M Nuruddin Marbu Al Banjari Al Makkiy)

Maka, tidak heran sejak zaman Nabi saw diteruskan para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama kita, berjuang mati-matian utk menundukkan hati-hati manusia. Mereka berjuang dengan melawan hawa nafsu mereka dan berda’wah yang menyentuh hati. Pedang yg digunakan utk  menyebarkan islam ialah akhlaqul karimah, akhlak mulia yg keluar dari hati yang bersih.

Jikalau hati manusia sudah ditundukkan dengan agama Allah yang lurus, maka kesejahteraan akan terwujud. Baik kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Bahkan seorang ulama tabi’in, Sufyan At Tsauri pernah berkata: Jikalau para raja persia dan romawi mengetahui kebahagiaan hati saya, maka mereka rela mengorbankan seluruh harta mereka untuk memiliki hati seperti ini.

Perkataan-perkataan seperti ini masyhur di kalangan ulama salaf. Kebahagian hidup dalam spiritual agama adalah tidak terbatas dan menjadi ketetapan Allah. Sedang kebahagian dunia/materi sangat terbatas dan menipu. Sungguh beruntung mereka yang menemukan kebagaian hakiki.

Cirinya, orang yang telah mencapai derajat ini ia tidak terkesan lagi dengan dunia, hidupnya tenang dan khusyu’ dalam ibadah. Mereka bahagia dengan keadaan bagaimana pun seolah dunia di tangan mereka. Mereka adalah para kekasih Allah dan di akhirat kelak mereka akan dipanggil dengan lembut: Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada-Ku tuhan-Mu dengan keadaan ridha dan diridhai. Masuklah ke dalam syurgaKu.

Wallahu’alam


Responses

  1. sebelum jauh melangkah pada definisi dan penjelasan implikasi dari hati ada baiknya dijelaskan tentang hati. Apa definisi hati? apakah hati itu dalam bentuk fisik nyata atau abstrak? pijakan definisinya apa? setelah ini terurai baru kita melangkah pada implikasi hati.
    Wassalam

  2. terimasih kpd saudara budi,
    maklum pak, ini hanyalah goresan hati. jadi bukan tulisan ilmiyah yg membahas secara komplit.

    InsyaAllah, banyak buku tasawuf yg membahas masalah yg ingin anda kaji ini. Saya hanya berusaha menampilkan menurut garisan hidup saya berdasarkan pengalaman sehari2.

    trimakasih, wslm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: