Oleh: Azan bin Noordien | Agustus 8, 2009

Mitos-Mitos Industri Rokok

rokok5

mitos #1: pembatasan rokok akan menyengsarakan jutaan petani tembakau

fakta: jumlah petani tembakau di indonesia cuma dalam hitungan ratusan ribu dan terus menurun (bandingkan dengan jumlah total petani indonesia yang mencapai angka puluhan juta). kesejahteraan mereka relatif lebih rendah (baca: lebih miskin) dari petani tanaman lain. di berbagai daerah penghasil tembakau sudah banyak petani yang mulai beralih ke tanaman lain karena mengeluh pendapatan dari tembakau tidak stabil dan sering dipermainkan tengkulak.

mitos #2: pembatasan rokok akan membuat jutaan buruh pabrik rokok menganggur

fakta: sama halnya dengan jumlah petani tembakau, jumlah buruh pabrik rokok tidak sebanyak yang dikoar-koarkan industri rokok. apalagi saat ini industri rokok lebih memilih menggunakan mesin ketimbang tenaga buruh. penyerapan tenaga kerja pada industri lain jauh lebih banyak. kesejahteraan buruh rokok juga lebih rendah dibandingkan buruh industri lain. jika aturan pengendalian tembakau diterapkan dan menyebabkan penurunan produksi pabrik rokok, ada banyak industri lain yang dapat menyerap mereka.

mitos #3: pembatasan rokok akan menurunkan pendapatan negara

fakta: pendapatan negara dari cukai rokok mungkin akan berkurang, namun perlu diingat bahwa sumber pendapatan negara tidak hanya dari cukai rokok. bahkan proporsi cukai rokok terhadap total pendapatan negara sebenarnya tidak sampai lima persen sehingga tidak terlalu signifikan. dengan semakin bertumbuhnya perekonomian indonesia dan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kalangan usaha untuk membayar pajak, ketergantungan negara terhadap cukai rokok dari tahun ke tahun sebenarnya semakin berkurang. di samping itu, pengeluaran negara untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan dan sosial akibat konsumsi rokok justru jauh lebih besar dari pendapatan yang diperoleh dari cukai rokok tersebut.

mitos #4: pembatasan rokok akan membuat banyak kegiatan olahraga dan kesenian berhenti karena kehilangan sponsor

fakta: di indonesia tumbuh berbagai jenis industri yang memiliki sumber daya kapital yang tidak kalah besar bahkan mungkin jauh lebih besar dari industri rokok. sumber pendanaan kegiatan olahraga dan kesenian melalui program sponsorship dapat dilakukan oleh industri lain. di negara2 dimana sponsorship rokok telah dilarang, kegiatan olahraga dan kesenian tetap berjalan dengan baik. olimpiade, piala dunia, liga inggris, balap mobil formula 1, dan konser musik musisi dunia, semua tetap berjalan, tidak ada yang bubar cuma gara-gara tidak ada sponsor rokok. konser musik alicia keys di indonesia 2008 lalu tetap berjalan baik meski sponsor rokok dibatalkan. sejumlah kegiatan olahraga nasional juga mulai meninggalkan sponsor rokok, dan sejauh ini tetap berjalan dengan baik2 saja. jadi tidak ada alasan dunia olahraga dan seni perlu menjadikan sponsor rokok sebagai dewa pelindung mereka.

sumber :  http://www.forumbebas.com/thread-71435.html

rokok22


Responses

  1. Dan apakah bila semua itu untung kita juga untung??
    “dan janganlah kita membunuh diri kita sendiri”

    Lebih baik Menghindari demi Ridho Alloh daripada Ridho makhluk

  2. gmna nih,
    aq makin mulai kecanduan merokok . gmna ya caranya supaya aq gk kecanduan merokok..?

    setiap ada teman di samping, pasti pengen minta rokoknya dia.

    tapi aq mrokok memang karena gk ada kegiatan aja.
    memang,aq udah sempat berhenti merokok.tapi karena lihat teman merokok jadi pengen ikutan.

    sebenarnya aq anti banget sama rokok.

    tapi, karena teman, aq terpaksa ikut2an.

    tolong dong teman2, gmana caranya supaya aq gk terlanjur jadi perokok berat. Help me…
    please…
    😦

    minta saran dong dr teman2 smua…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: