Oleh: Azan bin Noordien | Maret 8, 2009

Maulid Nabi, why not?

Perayaan Maulid Nabi, sebenarnya sejak dulu memang telah dilakukan. Saya ingat betul ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Tidak jarang saya ikut mengisi acara maulidan di sekolah dan TPA. Namun, disayangkan belakangan ini banyak oknum yang mengaku islam tapi malah membid’ahkan acara maulid nabi. Maulid Nabi dikatakan perbuatan yang menyimpang, dan tidak ada dalilnya, tidak ada dicontohkan oleh generasi Salafussalih.

Walaupun tidak ada nash-nash yang menyuruh menlaksanakan maulid Nabi. Tapi, setidaknya saya mencoba menuliskan beberapa dalil shahih (kuat) about Maulidan.

Dalil Al Quran

yunus-58Artinya:

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

(QS. Yunus [10]:58)

Allah melalui ayat di atas menyuruh kita agar berbahagia karena dua hal, yakni bifadhlillah (dengan kurnia Allah) dan birahmatihi (dengan rahmat Allah). Dengan kurnia dan rahmat Allah kita disuruh bergembira. Sahabat ahli tafsir, Ibn Abbas Ra menjelaskan bahwa kata ‘rohmatihi’ adalah berarti Nabi Muhammad saw . Karena Nabi Muhammad saw adalah sebesar-besar rahmat (min a’dhomirrahmah). Allah berfirmanDan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya :107)

Kitab Shahih Muslim

Di dalam Kitab Shahih Muslim, Bab Puasa terdapat sebuah hadits riwayat Abu Qathadah yang menjelaskan, suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, mengapa beliau berpuasa pada hari senin. Rasulullah bersabda: Fii hii ulittu, (pada hari senin aku dilahirkan)“. Rasulullah saw memperingati hari kelahirannya pada setiap hari senin. Nabi saw memperingati hari kelahirannya dengan beribadah (puasa).

Kitab Shahih Bukhari

Dalam kitab Shahih Bukhari menceritakan bahwa ketika Rasulullah saw lahir, paman beliau Abu Jahal sangat bergembira bukan kepalang. Saat diketahui bahwa kemenakannya yang lahir adalah laki-laki, beliau langsung bersorak kegirangan. Namun dikemudian hari setelah Rasulullah saw diangkat menjadi Nabi, Abu jahal malah mentang kemenakannya itu saw. Tidak henti-hentinya Abu Jahal mennyakiti Rasulullah saw. Allah pun telah melaknat Abu Jahal dengan surat Al Lahab. Namun ada yang menarik, di dalam kitab ini dijelaskan bahwa kelak di akhirat, Abu Jahal akan disiksa di neraka setiap hari, kecuali pada hari senin. (Sehari di akhirat= 1000 tahun di dunia)

Kita bisa membayangkan, Abu Jahal yang begitu terlaknat dan kafir, mendapatkan ampunan oleh Allah di akhirat, khusus pada hari senin, dikarenakan beliau bergembira pada hari kelahiran Rasulullah saw itu. Sekarang bisa kita bayangkan, bagaimana sekiranya yang merayakan Maulid nabi saw itu adalah seorang muslim? Tentu Maulid Nabi merupakan ladang ‘amal yang sangat besar. Wallahua’lam

Oopss….

Memperingati kelahiran seorang Nabi saw adalah ‘amal yang sangat besar. Namun, kita juga mesti berhati-hati dengan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Terkadang Maulid Nabi saw dilakukan sepanjang hari, atau dilakukan hingga larut malam. Hingga esok harinya sholat shubuh terlalaikan. Acara Maulid Nabi saw pun jangan sampai tercampur dengan kegiatan-kegiatan yang kurang baik, misalnya ada ikhtilat, panggung-panggung musik, adanya biduawanita, dll.

Acara Maulidan hendaknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan sunnah, misalnya Tabligh Akbar, Tausyiah agama, silaturrahmi dll. Sehingga input dari kegiatan ini, akan menambah kecintaan kepada Rasulullah saw dan sunnah-sunnah beliau saw . Allahummashalli ‘alaa Muhammad.


Responses

  1. diharapkan kepada saudara2 yg menganggap semua yg baru itu bid’ah, termasuk maulidan, segeralah bertabayun dulu kepada ulama2 sedunia, termasuk para habaib2 di timur tengah.

    Kalo antum masih menganggap maulidan itu bid’ah sesat, maka antum telah mengatakan jumhur ulama’ dan habaib itu sesat masuk neraka semua.

    Saya, tidak pernah berfatwa. Maulidan adalah ‘bid’ah hasanah’ menurut ulama hanif. Saya juga gak mau debat2, capek. Lebih baik kita berdakwah… ok???

  2. Yang mengaku ahlussunnah tidak akan mengatakan maulidan bid’ah.

    dan yg mengaku salafy terlarang memberikan komen disini!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: