Oleh: Azan bin Noordien | Desember 13, 2008

Islam is the highest system ever

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad -salallahu ‘alaihi wasalam-, 1500 tahun yang lalu pernah bersabda:

الإسلام يعلو ولا يعلى عليه

“Islam itu agama tertinggi dan tidak ada yang bisa menandinginya”

Syariat Islam adalah sebuah peradaban tertinggi. Memberi manfaat yang melebihi jangkauan akal manusia, dan selalu mengatur kehendak hawa nafsu manusia. Manusia modern sejatinya adalah manusia yang mematuhi syariat. Manusia yang paling primitif sejatinya adalah orang yang mendustakan agama Allah. Allah memberikan perumpaan kedua golongan ini dengan bagaikan cahaya dan kegelapan, Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah: 257)

Mengapa kehidupan berislam begitu tinggi? Setiap orientasi yang tinggi, juga memerlukan sebuah sistem yang tinggi untuk mencapai target yang besar itu. Tidak mungkin sebuah sepeda ontel akan menghantarkan pengemudinya menuju bulan. Maka dari itu dibuatlah sebuah pesawat ulang alik.

shareislam_science_small

Mengapa kehidupan berislam begitu tinggi? Karena Islam adalah agama yang berorientasi kepada alam akhirat, dengan melibatkan dunia. Bukan berorientasi kepada dunia dan melibatkan akhirat. Itu berbeda. Manakah yang lebih besar gajah dengan semut? Tentu anak kecil saja bisa membedakannya. Alam pikiran manusia tidak akan pernah bisa menjangkau apa yang disebut dengan akhirat. Jikalau kita berbicara kepada fase akhirat, maka disana kita akan berpegang teguh dengan apa yang disebut dengan iman. Hanya iman yang bisa menjawab keberadaan akhirat. Iman juga jangan diartikan dengan kepercayaan buta. Namun, iman adalah sebuah petunjuk (hidayah) bagi umat manusia yang diberikan Allah sebagai kunci menjalankan sebuah sistem besar yang disebut dengan Al Islam.

Sejatinya alam semesta dan apa yang ada di dalamnya adalah ilmiah yang diciptakan dengan sangat ilmiah oleh Zat yang Maha Ilmiah, Allah. Maka oleh karena itu, sebenarnya tidak ada yang disebut mukjizat di mata Allah. Mukjizat atau keajaiban itu hanya berlaku untuk manusia yang bodoh ini. Kun fa kuun, maka jadilah ia disisi-Nya. Mulai dari penciptaan malaikat adalah ilmiah, penciptaan jin dalah ilmiah, bahkan manusia pertama Adam as yang terbuat dari tanah liat hitam adalah ilmiah sekali.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr:26-27)

Jikalau manusia hanya mengandalkan akal pikiran dalam beragama jikalau masih ada hujjah yang jelas dari Al Quran dan hadits, maka dipastikan orang itu sudah menyimpang. Musa, seorang nabi cerdas pun ‘terpaksa’ patuh kepada perintah Allah ketika ia diperintahkan untuk memukulkan tongkatnya di lautan. Walhasil, lautpun terbelah. Allah menguji kepatuhan musa dan memperlihatkan keMaha ilmiahanNya. Tanpa togkat pun, sejatinya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.

Jika manusia benar-benar menyadari –karena dihidayahi oleh Allah- maka kehidupan manusia akan berjalan sangat indah dan koheren dengan alam semesta pada umumnya. Mikrokosmos maupun mikrokosmos sejatinya akan selalu bertasbih kepada Allah, namun kadang dirusak oleh manusia karena kejahilannya.

Kehidupan umat manusia akan sejahtera bila mengikuti apa yang disebut sistem Allah. Namun, banyaknya kerusakan dan bencana adalah secara mikrokosmos dan makrokosmos adalah disebabkan oleh manusia itu sendiri. Manusia yang diangkat oleh sebagi khalifah (manager) bumi seringkali melakukan makar atas kerjanya. Wallahua’lam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: