Oleh: Azan bin Noordien | November 22, 2008

Kita (lebih dulu) menghina Rosulullah?

Ibarat sebuah jamur, penghinaan terhadap Rosulullah saw terjadi di dunia cyber atau dunia digital pada umumnya. Entah berupa gambar kartun, video, slogan, semuanya itu mengindisikasikan kebusukan hati dan ketidakpahaman akan sejarah ‘siapa’ itu Muhammad saw. Sebagian besar -memang- dinyatakan bahwa pelakunya adalah orang-orang di luar islam yang jahil. Namun, ‘sebenarnya’ tidak menutup kemungkinan pelakunya orang islam sendiri. ??

Namun, terlepas dari masalah di atas, sebenarnya ada hal yang lebih penting kita tafakkuri bersama , jikalau memang, kita marah kepada oknum yang melecehkan nabi saw . Apakah kita hanya sekedar marah karena ‘nafsu’ kita mengatakan bahwa kita wajib marah karena kepentingan personal akibat jati diri sebagai muslim? Seperti marahnya seseorang ketika menghina nenek moyangnya atau kepala sukunya? Saya harap tidak demikian.

Mengapa orang-orang di luar islam berani secara terang-terangan menghina Rasulullah saw ?

Mungkin saja dikarenakan karena diri umat islam sendiri yang telah lama melupakan Nabinya?! Umat islam sekarang ternyata sudah jauh dari apa yang dituntunkan Rasulnya. Kita umat islam sekarang sudah jauh dari sunnah-sunnah Rasulullah saw. Itulah yang perlu kita instrospeksi.

Zaman sekarang, kebanyakan kita menganggap sunnah Rosululla ketinggalan zaman. Sunnah tidak sesuai lagi dengan zaman modern. Atau ada semacam statement yang mengatakan ‘sunnah kan gak dosa kaloditinggalkan,’? Na’udzubillah. Bukankan diri kita sendiri yang telah terlebih dahulu melecehkan Nabi Muhammad? Nabi kita sendiri?

Dari Anas r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘‘Tidak sempurna iman seseorang kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu bapanya, anaknya dan manusia umumnya.’’ [Sahih Bukhari]

muhammad


Responses

  1. kalau kita sama-sama berfkir…… kebencian umat lain terhadap islam itu bukan tanpa sebab, itu karena banyak dari umat islam itu sendiri yang berprilaku atas nama agama tapi ndak punya otak.
    harusnya kalo memang melakukan suatu tindakan brutal ya jangan lah pake atas nama agama, soale kalo kita telaah lebih jauh terkadang ndak nyambung apa yang dilakuken dengan dasar yang dipakai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: