Oleh: Azan bin Noordien | Juni 26, 2008

Pesankan saya tempat di neraka!

Berikut adalah sebuah kisah nyata yang terjadi di musim panas tahun 2002, di dalam sebuah bus yang sedang menuju Kota Alexandria. Di dalam bus itu ada seorang perempuan muda yang berpakaian sangat minim, tipis dan tembus pandang. Perempuan ini tidak mendapatkan tempat duduk. Akhirnya ia berdiri, dan terlihat jelas oleh semua penumpang. Melihat caranya berpakaiannya yang jauh dari tuntunan agama itu, seorang Syeikh yang ada di dalam bus, mencoba mengingatkan. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita.

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikan mereka menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher, kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab dan kerudung memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria, di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’, bisa diartikan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati dan perlahan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apakah respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia merasa tersinggung. Kemudian ia mengekspresikan kemarahannya. Ia merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

Perempuan itu berkata sedikit meninggi: “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya tempat di neraka Tuhan Anda!”

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya bisa beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, mereka semua terdiam.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi masing-masing. Tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di tempat tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.

“Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap diam, bergeming.

Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya, mendekati dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.

Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat.

Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk.

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah.

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbingNya.

Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNya semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar.

mumpung kesempatan itu masih ada!

Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a’lam.

Diedit dari tulisan dalam majalah Al Mannar Aljadid, Mesir.


Responses

  1. Masya Allah !!!!!!!!!!!!!

  2. ckckkck…Allah kok di tantang..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: