Oleh: Azan bin Noordien | Juni 5, 2018

Bagaimana meninggalkan perbuatan yang haram?

Dalam syariah Islam hukum dibagi lima: wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Wajib adalah yang mesti dikerjakan secara mutlak. Haram adalah kebalikan dari wajib, yaitu sesuatu yang mesti ditinggalkan mutlak.

Haram terbagi dua, haram dzati (materinya) dan haram fi’li (perbuatannya). Haram dzati contohnya daging babi, bangkai, dll. Haram fi’li contohnya pencurian, transaksi ribawi, perzinahan, berkata kasar, dll.

Salah satu hikmah adanya haram dzati, agar tergambar di benak kita betapa buruknya haram fi’li jika diwujudkan bentuknya dalam materi.

Walhasil memudahkan kita meninggalkan haram fi’li sebab tergambar betapa buruknya perbuatan tsb.

Baca Lanjutannya…

Iklan

 

 

c6efaf71ae-img

بِســـــــم الله الرحمن الرحيــــــــم

 وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ (80) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُونِ النِّسَآءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ (81) وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦ إِلَّآ أَنْ قَالُوٓا أَخْرِجُوهُمْ مِّنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (82) فَأَنْجَيْنٰهُ وَأَهْلَهُۥ إِلَّا امْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِينَ (83) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ (84)

“Dan (ingatlah, bahwa Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kalian telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini (Sodom), mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci’. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal. Maka kami hujani ke atas mereka dengan hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat dosa..”

***

TAFSIR DAN PENJELASAN

 الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالمَيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِصَحْبِهِ وَبَعْدُ

Ayat ini adalah kisah ke-empat dari rangkaian dari pengisahan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang perjuangan para nabi dan rasul sebelum beliau ﷺ dalam menjalani misi dakwah. Manfaat pengisahan para nabi terdahulu sebagai bentuk motivasi, sumber inspirasi, penguatan dan penguatan estafet dakwah nubuwah, serta penghibur (tasliyah) dari Allah kepada Rasulullah ﷺ dan para da’i ilallah agar senantiasa istiqomah dalam dakwah, dan mengambil pelajaran dari kaum-kaum terdahulu.

Kali ini Allah beribicara tentang Nabi Luth dan kaumnya. Nabi Luth bernama lengkap Luth bin Haran bin Tarukh, anak dari saudara laki-laki Nabi Ibrahim, lahir di Babilonia, Iraq. Beliau beriman dan ikut hijrah dengan Nabi Ibrahim AS ke Syam. Allah  ﷻ mengangkat Nabi Luth sebagai nabi dan rasul dan mengutusnya kepada sebuah kaum bernama Sodom (سُدُوْم). Jadi, Nabi Luth bukan warga asli bangsa Sodom ini, beliau adalah pendatang dari Babilonia, Iraq. Baca Lanjutannya…

Oleh: Azan bin Noordien | April 14, 2018

Al-quran, kitab penuh cinta

533.jpg

Bismillah..

Kalimat awal alquran adalah namaNya

Tahukah kamu apa arti sebuah nama?

Nama adalah sebutan pengingat

Jembatan untuk makrifat akal dan ruh

Nama itu adalah alamat dimana pintu diketuk

Tiada kemuliaan, kebesaran, keagungan. Jika ia tiada nama, maka tiada artinya Baca Lanjutannya…

islamists-nytـــــــــــــــم الرحمن الرحمن الرحــــــــــــــم

Allah SWT telah berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang salih bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.”

***

📜 TAFSIR & PENJELASAN 📜

Ayat ini diturunkan di tengah perbincangan topik tentang wajibnya ketaatan dan ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya ﷺ yang merupakan jalan hidayah/petunjuk bagi setiap hamba yang beriman. Pada ayat ini, Allah menjanjikan bumi ini akan dikuasai oleh mereka yang beriman dan beramal kebaikan, sebagaimana Allah memberikan kekuasaan kepada umat-umat terdahulu atas izinNya. Sebab kaum beriman adalah pewaris sah bumi ini. “Dan sungguh telah Kami tetapkan di dalam kitab Zabur dalam beberapa ayatnya bahwasanya bumi diwariskan kepada hamba-hambaKu yang salih..” [QS Anbiya’: 105].

Namun begitu, umat Islam mestilah memenuhi syaratnya yaitu yaitu iman dan amal salih. Bahkan Al-Ustadz Dr. Wahbah Az-Zuhaily di dalam tafsirnya Al-Munir, dalam menyebutkan bahwa iman adalah pokok dari sebuah tatanan politik Islam. Baca Lanjutannya…

Oleh: Azan bin Noordien | Agustus 18, 2017

Sabar dan Shalat (Tafsir QS Al-Baqarah: 45)

old-muslim-manAllah ﷻ berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Terjemahan:

_Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’_

📜 TAFSIR & PENJELASAN 📜

Ayat yang sedang kita bahas ini (2:45) masih termasuk rangkaian perintah Allah ﷻ kepada Bani Israil.

Bani Israil pada awalnya adalah bangsa yang hebat, hingga Allah sebut dalam alQuran: _Dan sungguh Aku unggulkan kalian (dahulu) daripada bangsa-bangsa lain di seluruh dunia_ (QS 2:47)

Bani Israil dijadikan bangsa yang unggul karena terlahir daripada kalangan mereka para nabi, dan orang-orang salih. Namun setelah itu mereka berpaling meninggalkan agama, maka generasi Bani Israil menjadi rusak. Allah ﷻ menceritakan keadaan mereka melalui ayat berikut:

_Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. *Maka datanglah sesudah mereka, generasi pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya*, maka mereka kelak akan menemui kesesatan_ (QS Maryam: 58-59)

Lantas Allah hendak memberikan rahmat atau pertolonganNya kepada Bani Israil dengan cara mengajak untuk merevitalisasi spiritualitas mereka, yang merupakan asas umat yang madani. Allah ﷻ berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين
_Carilah olehmu pertolongan dengan sabar dan shalat_

Maksudnya pertolongan Allah (al-isti’anah) didapatkan melalui dua bentuk ikhtiar, yaitu Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori