Posts filed under 'Untuk Perempuan'
Ternyata bidadari itu masih ada!

Aku baru saja pulang dari pengajian mingguan Syeikh Nuruddin, Ma’had Azzein Al ‘Aliy Bogor. Ini kedua kalinya aku ikut pengajian tafaqquh ini. Dulu pertama kali aku diajak oleh Ustadzku ketika masih tingkat satu. Sekarang, aku lebih sering ke sana dengan teman-teman.
Mempelajari kitab dengan seorang ‘alim adalah suatu nikmat yang besar, apalagi bersu’bah langsung di pesantren yang penuh berkah. Subhanallah! Rasanya, diri yang dhoif dan banyak dosa ini begitu dikasihani oleh Allah Swt. Inta’udduni’matallahi laatuhshuhaa…
Sebenarnya selain yang di atas, ada yang hal lain yang istimewa pada prosedural ta’lim kali ini. O ya, ternyata ada penambahan pada ‘organizing’ ta’lim. Akhir-akhir ini majelis As Syeikhul Ma’had direkam dan disiarkan Live di Web Muttaqin. Kalo yang berminat visit saja www.al-muttaqin.tv
Lantas apa yang istimewa? Ada sesuatu yang hal yang aku rasa sangat ‘chemistry’ di pesantren. Dari dulu tidak pernah aku benar-benar sadar ketika memasuki gerbang ma’had bahwa di sini adalah taman-taman bidadari!! Ya, bidadari dunia dan akhirat! Santriwati Akhwat!
Memang aku tahu di ma’had ini ada juga kelas akhwatnya. Tetapi, swear!, aku gak pernah berfikir apa-apa kalo sudah datang ke majelis ini, selain niat Su’bah dan tolabil ‘ilmi.
Sehabis ta’lim, aku kerluar ruangan, tiba-tiba….
Ada sosok berjubah dan berkerudung hitam, dan sepintas kulihat cadar juga…fusssss….seperti ada angin berkecepatan 100 km/h menghempasku kemudian dalam hitungan seperepuluh detik aku sadar itu adalah AKHWAT! Mati aku!
Aku langsung gak tau orientasi, langsung nunduk and turun ke bawah tangga menuju arah gerbang. Keringat jangan ditanya, jantung ini rasanya sudah abnormal kerjanya. Mungkin sebagian orang menyangka aku Lebai bin Lebai. Tapi, memang kenyataan itulah yang kurasa!! (kecuali perhitungan matematisnya, memang gak akurat!)
Aku gak bisa mendefenisikan apa yang kurasa. Jarang aku merasakan ‘feeling’ seperti ini. Ternyata memang beda ya, ketika kita (pria) berhadapan dengan berbagai macam jenis wanita. Setiap wanita memiliki special effeck yang berbeda, tergantung bagaimana wanita itu menjaga aurat dan muru’ahnya.
Aku akui, efeck yang ditimbulkan seorang yang shalehah yang menutup aurat yang sempurna itu dahsyat tenan! Aku merasa seketika menjadi sampah, begitu hina di hadapan mereka. Aku terhempas entah kemana. Berbeda kalo aku bertemu cewek yang di jalanan, justru aku merasa jijik dengan gaya mereka berpakaian dan tingkah mereka yang –maaf- murahan. Bukannya aku merasa mulia, tapi justru aku merasa kasihan kepada mereka.
Ternyata memang, bidadari itu masih ada! Walau ku merasa menjadi sampah di hadapan mereka. Namun, sebagai pria yang normal, tetap ada saja senoktah harapan,. Ya, harapan kelak ada generasi dari saya yang seperti mereka. Syukur-syukur jadi istri juga..mimpi kale zan…. Wallahu a’lam
7 comments Mei 7, 2009
Pikir-pikir lagi kalo mau pacaran!
Allah berfirman: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Israa’ ayat 32)
Ali r.a. berkata, Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah? Semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.
Kemaren saya lumayan menjadi tersadar setelah membaca sebuah komentar seorang pembaca blog saya. Ia berkomentar mengenai masalah pacaran. Singkatnya, ia berpendapat bahwa, sudah menjadi rahasia umum kalo pacaran itu ujung-ujungnya nge-seks! Wow, setelah saya pikir-pikir, ‘apakah benar sudah separah itu’? Tapi ada benarnya juga pendapat beliau ini jika kita membaca data-data statistik tentang angka keperawanan yang semakin menipis di negara indonesia, bahkan dunia.
Nge-seks (dalam bahasan kita) menurut bahasa Qur’annya ialah zina. Memang, zaman sekarang kebanyakan masyarakat tertipu dan lebih suka meng-ameliorasi bahasa, sehingga kedengarannya tidak lagi sebuah pelanggaran syariat agama. Istilah selingkuh, pacaran, nge-seks, making love, pada hakikatnya sama saja, yakni zina!
Seperti yang disinggung pada awal paragraf tadi, hilir dari interaksi yang ‘nggak halal’ antara dua insan yang bukan mahrom ialah ‘perzinahan’. Makanya, Allah swt mewanti-wanti hamba-Nya agar jangan deket-deket ma zina. Jikalau kita udah kejebak, akan sulit menghindarinya. Ibarat seseorang yang udah dikasi tahu bahwa kalo jalan itu rawan pembunuhan di siang hari, tapi dia masih aja lewat jalan itu, bahkan malam-malam hari. Bisa dipastikan orang itu nggak bakal selamat. Betapa bodohnya orang itu!
Laki-laki kalo udah kenal cewek –apalagi yang kurang-kurang agama- bakal menjadi seorang yang berotak liar. Pengennya mengeksploitasi kaum hawa agar nurut sama keinginannya. Ia merasa ialah laki-laki paling jantan se-dunia. Cewek juga, kalo udah sempat sekali aja merasakan nikmatnya ‘syurga dunia’, maka akan sulit berhenti. Semacam kecanduan gitu. Kedepannya jika tidak diantisipasi akan menjadi lebih parah lagi, seperti kerusakan mental dan spiritual, bahkan gak sedikit yang akhirnya jatuh ke lembah prostitusi dll. Na’udzubillah..Generasi apa yang bisa diharapkan jika semua perempuan di dunia telah rusak??
Jikalau mau merenung, sebenarnya kita yakin nggak sich bahwa sebenernya Allah itu Maha Penyayang?? Kalo iman kita yakin bahwa Allah itu pasti punya maksud baik dalam setiap larangannya, pastilah kita nggak bakal berbuat zina. Jangankan berbuat, ngelihat orang berpacaran aja mungkin kita akan iba.
Hai laki-laki!! Pikirkan, apakah lo rela kalo ibu lo dizinai? Pikirkan apakah lo suka adik lo dipermainkan laki-laki idung belang? Apakah lo ridho kalo bibi kita disetubuhi dengan seseorang yang gak bertanggung jawab? Tentu nggak khan? Bayangin jika seluruh orang di dunia ini saling berzina? Apa bedanya dengan binatang yang nggak pake aturan??
Zaman edan kayak sekarang, rasa-rasanya orang yang keukeuh ngejomblo sampai menikah, akan segera punah. Seluruh orang seolah harus berpacaran. Tabu banged kalo sampe nge-jomblo. Dan seperti yang disinggung di atas dan berdasarkan data-data statistik menunjukkan bahwa, hampir semua orang yang berpacaran melangsungkan ‘ritual’ ML, sebagai wujud dan ‘prestasi’ pacarannya.
Laki-laki punya seribu satu cara bila udah punya maunya sama perempuan. Bisa dengan rayuan gombal seribu puisi. Bisa dengan berpenampilan seolah-olah pria yang datang dari syurga. Ada yang make cara kasar juga, seperti ancaman, obat bius, dll. Apalagi zaman sekarang, media pornografi sangat gampang didapat dan dikonsumsi. Menurut data statistik juga, hampir semua remaja pernah menonton film blue, menyimpan, bahkan menjadi hiburan sehari-hari! Hampir dipastikan, peluang untuk melakukan ML itu sangat besar!! Bahkan ada beberapa hubungan ML dilakukan atsa dasar pacaran, tapi atas dasar pertemanan saja. Jika ada kesematan, kenapa tidak?? kata meka.
Coba renungkan hukuman seperti apa yang akan diberikan Allah nanti di akhirat kepada orang yg pacaran (zina):
1. Melihat sang doi dengan mesra
hukumannya : Matanya akan dipenuhi dengan api neraka kemudian dimasukkan ke dalam neraka dalam keadaan hina.
Karena Nabi Muhammad saw bersabda: “Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka” (Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)
2. Bermanja, bermesraan dan bercanda dengan sang pacar
hukumannya: dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan
Karena Nabi Muhammad saw bersabda: barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita/laki2 (yg bukan mahromnya), maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. (Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)
3. Memegang, menggenggam dan menggandeng tangan si doi
hukumannya: maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka.
Karena Nabi Muhammad saw bersabda: “Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka.” (Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)
3. ML dengan pacar (ini paling parah..)
hukumannya:
(1) Tidak akan masuk surga (2) Di masukkan ke dalam neraka yg sempit bersama ahli zina lainnya dengan keadaan telanjang dan tersiksa.(3) Kelaminnya berdarah dan bernanah yang menjadi sumber bau busuk di akhirat.
Berdasarkan hadits: Nabi saw menceritakan :
Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, Apa ini? Kedua orang itu berkata, Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.
(Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Nabi saw bersabda: Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. (Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa dari Abi Hurairah)
Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?Mereka menjawab,Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita. Lantas suara itu kembali terdengar, Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut. (Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib)
Masih adakah jalan keluar dari permasalahan ini? Tentu ada, jalan tol bebas bahaya yang disediakan oleh Allah ialah: menikah!
Alangkah nikmatnya pernikahan islami. Nikah seorang mukmin itu diniatkan untuk ibadah, jadi nggak mungkin sampai selingkuh. Rumah tangga akan menjadi sakinah mawaddah. Generasi yang dihasilkan juga menjad generasi unggul. Allah berfirman, artinya: Dan nikahilah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah),.. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (24:32) Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. (24:33). Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (24:30).
Ingat! Awal sebuah pacaran ialah pandangan yang haram. Awalnya dari mata turun ke hati, dari hati turun ke lutut. Kalo udah nyampe lutut bisa bahaya! Bagi yang terlanjur berdosa (zina) selalu ada pintu taubat jika benar-benar ingin kembali. Wallahu a’lam
Allah berfirman: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Israa’: 32)
Kemaren saya lumayan menjadi tersadar setelah membaca sebuah komentar seorang pembaca blog saya. Ia berkomentar mengenai masalah pacaran. Singkatnya, ia berpendapat bahwa, sudah menjadi rahasia umum kalo pacaran itu ujung-ujungnya nge-seks! Wow, setelah saya pikir-pikir, ‘apakah benar sudah separah itu’? Tapi ada benarnya juga pendapat beliau ini jika kita membaca data-data statistik tentang angka keperawanan yang semakin menipis di negara indonesia, bahkan dunia.
Nge-seks (dalam bahasan kita) menurut bahasa Qur’annya ialah zina. Memang, zaman sekarang kebanyakan masyarakat tertipu dan lebih suka meng-ameliorasi bahasa, sehingga kedengarannya tidak lagi sebuah pelanggaran syariat agama. Istilah selingkuh, pacaran, nge-seks, making love, pada hakikatnya sama saja, yakni zina!
Seperti yang disinggung pada awal paragraf tadi, hilir dari interaksi yang ‘nggak halal’ antara dua insan yang bukan mahrom ialah ‘perzinahan’. Makanya, Allah swt mewanti-wanti hamba-Nya agar jangan deket-deket ma zina. Jikalau kita udah kejebak, akan sulit menghindarinya. Ibarat seseorang yang udah dikasi tahu bahwa kalo jalan itu rawan pembunuhan di siang hari, tapi dia masih aja lewat jalan itu, bahkan malam-malam hari. Bisa dipastikan orang itu nggak bakal selamat. Betapa bodohnya orang itu!
Laki-laki kalo udah kenal cewek –apalagi yang kurang-kurang agama- bakal menjadi seorang yang berotak liar. Pengennya mengeksploitasi kaum hawa agar nurut sama keinginannya. Ia merasa ialah laki-laki paling jantan se-dunia. Cewek juga, kalo udah sempat sekali aja merasakan nikmatnya ‘syurga dunia’, maka akan sulit berhenti. Semacam kecanduan gitu. Kedepannya jika tidak diantisipasi akan menjadi lebih parah lagi, seperti kerusakan mental dan spiritual, bahkan gak sedikit yang akhirnya jatuh ke lembah prostitusi dll. Na’udzubillah..Generasi apa yang bisa diharapkan jika semua perempuan di dunia telah rusak??
Jikalau mau merenung, sebenarnya kita yakin nggak sich bahwa sebenernya Allah itu Maha Penyayang?? Kalo iman kita yakin bahwa Allah itu pasti punya maksud baik dalam setiap larangannya, pastilah kita nggak bakal berbuat zina. Jangankan berbuat, ngelihat orang berpacaran aja mungkin kita akan iba.
Hai laki-laki!! Pikirkan, apakah lo rela kalo ibu lo dizinai? Pikirkan apakah lo suka adik lo dipermainkan laki-laki idung belang? Apakah lo ridho kalo bibi kita disetubuhi dengan seseorang yang gak bertanggung jawab? Tentu nggak khan? Bayangin jika seluruh orang di dunia ini saling berzina? Apa bedanya dengan binatang yang nggak pake aturan??
Zaman edan kayak sekarang, rasa-rasanya orang yang keukeuh ngejomblo sampai menikah, akan segera punah. Seluruh orang seolah harus berpacaran. Tabu banged kalo sampe nge-jomblo. Dan seperti yang disinggung di atas dan berdasarkan data-data statistik menunjukkan bahwa, hampir semua orang yang berpacaran melangsungkan ‘ritual’ ML, sebagai wujud dan ‘prestasi’ pacarannya.
Laki-laki punya seribu satu cara bila udah punya maunya sama perempuan. Bisa dengan rayuan gombal seribu puisi. Bisa dengan berpenampilan seolah-olah pria yang datang dari syurga. Ada yang make cara kasar juga, seperti ancaman, obat bius, dll. Apalagi zaman sekarang, media pornografi sangat gampang didapat dan dikonsumsi. Menurut data statistik juga, hampir semua remaja pernah menonton film blue, menyimpan, bahkan menjadi hiburan sehari-hari! Hampir dipastikan, peluang untuk ML itu sangat besar.
Akhir-akhir ini muncul sebuah wacana untuk membuat undang-undang pacaran. Diwacanakan perlunya UU khusus dalam berpacaran. Sehingga pacaran bisa dipertanggungjawabkan secara hukum bila terjadi ‘pelanggaran-pelanggaran’ semacam kekerasan dalam berpacaran dll. Wacana ini muncul karena ada sebuah pengaduan dari seorang cewek yang disiksa oleh cowoknya, keduanya baru duduk di bangku SMP! Si cewek disiksa karena nggak mau diajak ML (baca:zina) oleh cowoknya ini. Akhirnya si cewek membawa kasusnya ke pihak kepolisian. Sidik punya sidik, cewek ini ditanya kenapa mau-maunya pacaran dengan cowok itu? Apa coba alasannya? Alasannya karena semua temennya pada pacaran semua! Dia merasa minder kalo nggak pacaran juga!! Aduh,…
Istilah ‘pacaran sehat’ juga sebetulnya bukan solusi! Justru inilah yang akan menjebak. Karena tiada laki2 dan wanita bukan mahrom berdua-duaan mojok (baca:khalwat) kecuali ketiganya adalah setan. Nggak ada yang bisa menjamin dua sejoli ini lolos mpe jenjang pernikahan dengan selamat tanpa ‘kecelakaan’ dulu. Kalo pun ada yang sukses pacaran sehatnya sampai pernikahan, maka pernikahannya tidak akan langgeng. Karena laki2nya sudah merasa puas menghisap ‘madu’ sang istri sebelum dinikahi dulu. Dan kebanyakan niatnya juga salah, karena penikahan tidak diniatkan ibadah tapi dianggap sebagai paripurna ‘kisah cinta’. Kalo orang yang sudah menjadi paripurna biasanya pesiun khan??
Masih adakah jalan keluar dari permasalahan ini? Tentu ada, jalan tol bebas bahaya yang disediakan oleh Allah ialah: menikah! Alangkah nikmatnya pernikahan islami. Nikah seorang mukmin itu diniatkan untuk ibadah, jadi nggak mungkin sampai selingkuh. Rumah tangga akan menjadi sakinah mawaddah. Generasi yang dihasilkan juga menjad generasi unggul. Allah berfirman, artinya: Dan nikahilah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah),.. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (24:32)
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. (24:33). Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (24:30).
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,..(24:31)
Ingat! Awal sebuah pacaran ialah pandangan yang haram. Awalnya dari mata turun ke hati, dari hati turun ke lutut. Kalo udah nyampe lutut bisa bahaya! Bagi yang terlanjur berdosa (zina) selalu ada pintu taubat jika benar-benar ingin kembali. Wallahu a’lam
15 comments Mei 7, 2009
Pudarnya Muruah Akhwat

Jilbab saja tidak cukup
Muruah adalah bahasa melayu artinya harga diri/kehormatan. Saya bisa katakan bahwa muruah adalah izzah yang harus dijaga. Adapun izzah perempuan dalam islam jelas sangat ditinggikan dan dimuliakan. Namun, terkadang kita terkecoh dengan makna izzah yang melekat pada diri seorang muslimah.
Okelah kalau saya bisa mengatakan bahwa izzah muslimah zaman sekarang –terutama yang awam- sudah hilang ditelan bumi. Namun, yang mau saya bahas dan kritik ialah izzahnya seorang akhwat.
Tulisan ini adalah bentuk kesedihan saya terhadap pemahaman Akhwat yang agaknya sudah dipertanyakan ketaqwaan dan kewara’annya, hingga yang tersisa hanya jilbab pembungkus badan. Hati di dalam pun patut dipertanyakan. Simak Kisah berikut:
Diliriknya jam di tangan kirinya, kemudian melangkah cepat ke sebuah mushala kecil di sudut kampus. Ternyata di sana sudah ada seorang ikhwan yang menunggu. Dengan nafas setengah terengah-engah, ia mencoba menenangkan diri dan berkata kepada si ikhwan”.
“Afwan, ana tadi ada syuro dadakan di LDK,..jadi agak telat” katanya ringkas sambil menundukkan pandangan.
“tidak apa-apa ukh,.” Ane juga baru datang” Ikhwan itu menyambut.
“Syukron” jawabnya lega.
“Yang lain apakah tidak hadir?” tanyanya keheranan.
“sepertinya tidak ada yang datang selain kita saja, ane tadi sudah cek, semuanya izin” jawab ikhwan mantap.
“jadi, bagaimana?” akhwat bertanya lagi.
“bagaimana kalau kita tetap adakan syuro, ini darurat dan amanah” usul ikhwan.
“Baiklah, apa agendanya..bla….bla….bla….” cerocos akhwat
Ya, begitulah. Siang itu mereka berdua berdiskusi panjang tentang ‘kiprah dakwah’ di kampus tercinta. Walau diselingi canda dan tawa. Mereka berijtihad bahwa itu tidak apa.
Keesokkan harinya, ikhwan dan akhwat kembali bertemu untuk bermusyawarah. Namun, kali ini tempat dan suasana yang agak berbeda. Yakni di Sekretariat BEM Kampus mereka. Wajar, mereka selain di Rohis, juga aktif di Kelembagaan lain. Alasannya karena amanah dakwah.
Semua anggota BEM dan struktur organisasinya terlihat hadir di ruangan 4 m x 3,5 m itu. Ruangan cukup pengap dan gelap walau sudah pakai philips. Disana terdapat satu unit komputer multimedia, kardus-kardus, air minum, dan segala peralatan keorganisasian yang lengkap, namun sayangnya tidak ada hijab antara laki-laki dan perempuan. Maklum, kampus ini bukan kampus islam, ini kampus sains sekuler.
Terlihat yang hadir kebanyakan adalah wanita berjilbab ‘gondrong’ dan beberapa laki-laki berjenggot tipis berdahi sedikit lecet. Nampaknya, mereka adalah ikhwan & akhwat. Hanya segelintir saya yang terlihat memakai baju agak ketat dan bercelana levis. Mungkin itu bukan ikhwan & akhwat. Pasti orang awam.
Musyarawah mingguan BEM pun dimulai. Ooopss, ada yang aneh ternyata!!
Owh, ternyata secara tiba-tiba memang ikhwan & akhwat berganti ‘mahdzab’. BNuktinya sudah tidak ada lagi hijab, tidak ada lagi ghadul bashar, semua lepas bebas, tercekik oleh setan yang ketawa melihat ‘gaya’ mereka yang baru.
Seminggu kemudian, pada agenda yang sama, ternyata tidak ada orang yang awam di dalam ruangan BEM itu. Semuanya dipastikan adalah Ikhwan dan akhwat. Waktu pun menggiring mereka untuk memulai musyawarah. Tapi lagi-lagi mereka keukeuh memakai gaya BEM yang konvensional daripada gaya syari’ah dalam bermu’asyaroh. Waduh, waduh…
***
Kisah di atas hanya segelintir dari embrio tarbiyah yang sedang tumbuh subur di kampus-kampus. Masih banyak hal-hal yang dipertanyakan secara syar’i mengenai tindakan yang dilakukan aktivis dakwah kampus (ADK).
Fokus kepada masalah kita. Kita harus benar-benar menyadari bahwa muruah akhwat telah dirajam dengan rentetetan batu-batu agenda harian, yang mereka fikir adalah dakwah dan amanah.
Itulah kenapa, bila seseorang tidak belajar islam secara benar menurut salafussalih dengan metode yang benar, akan mudah terjerumus dengan pemikiran (fikroh) dan harakah islamiyah, sedang mereka belum cukup dewasa menimbang-nimbang hakikat dari islam. Dengan alasan dakwah, semua dibabat habis. Mulai yang makruh hingga yang haram, serta dengan mudahnya mengambil ijtihad yang ringan.
Saya belum menceritakan bagaimana runtuhnya muruah Akhwat yang photo close-up nya dipajang di jalan-jalan sebagai caleg partai. Dan saya belum mengungkapkan bagaimana hilangnya muruah seorang akhwat ketika mereka ikut turun ke jalan/demonstrasi dengan alasan fii sabilillah. Faghfirlana ya Rabb…
9 comments Maret 14, 2009