Posts filed under 'Tips'

Tips menghadapi masalah

opt1229133232l

Masalah pasti tidak akan pernah bosan menghampiri  kita. Terkadang dalam menghadapinya kita bisa tegar, namun lebih sering kita menjadi tidak sabar dan tidak ikhlas dalam menghadapi cobaan yang datang. Hasilnya, kita merasa menjadi orang yang paling nespata di seluruh dunia. Padahal, yang menjadi permasalahan sebenarnya ialah bagaimana sikap kita ketika menhadapi masalah2 hidup tsb.  Mutlak sudah, bahwa memahami rahasia di setiap masalah adalah kunci emasnya! Saya -penulis- sebenarnya belum pantas memberikan tips-tips bagaimana caranya supaya bisa sabar (karena diri saya jug nggak sabaran.. he). Tapi, insya Allah uraian berikut tidak ada salahnya untuk dijadikan bahan renungan.

***

Pertama, penyebab kita gak bisa sabar dalam menghadapi musibah atau misalnya kehilangan, KARENA, kita selalu merasa semua yg kita miliki adalah bener2 milik kita. Tapi klo kita sedikit MAU merenung, ternyata semuanya adalah milik Allah. Kita bisa segede ini skrg juga karena pemeliharaan Allah. Jadi, suka-suka Allah mau nglakuin apa aja ke diri kita.

Yang namanya manusia hidup PASTI diuji (baca surat Al Ankabut awal dan awal surat Al Mulk). Semua ujian itu datang dari Allah, bisa berupa kesenangan atau kesulitan. Tapi, yakinlah apa pun yg Allah takdirkan buat kita adalah yg terbaik buat kita juga.

Menurut pakar psikologi anak, M. Faudhil Adzim, disebutkan bahwa:

Cukuplah dikatakan KEJAM bagi orang tua yang selalu memanjakan anaknya. Semua keperluan anaknya disediakan dan diberi segala yg mewah2. Anak itu tidak dibiarkan sedikit pun diberi kesempatan utk mengusahakan apa yg ia inginkan.

Lalu apa yg terjadi kemudian pada anak itu? Ketika anak itu menjadi besar, di kehidupannya ia menjadi seorang yg egois, tidak kreatif, dan tidak berkompeten dalam bidang apapun kecuali kemalasan. Apakah ini yg dihendaki oleh orang tuanya dulu? Tentu bukan!

Orang tua yg baik bukan orang tua yg menfasilitasi anaknya dengan kemewahan, tetapi orang tua yg baik itu adalah orang tua yg memberikan kesempatan anaknya utk berusaha, serta membimbing setiap langkahnya. Menyemangati dan mendukung penuh hal2 baik yg dilakukan anaknya.

Begitu pula Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Cobaan yg diberikan kepada hambanya jangan sampai kita pandang sebagai siksaan, tapi pandanglah sebagai sarana untuk memperkuat diri. Dan di dalam Al Quran (buka Al Baqarah bagian akhir), Allah berjanji tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita. Janji Allah jauh lebih pasti daripada terbitnya matahari esok pagi.

Kedua, setiap ujian dari Allah adalah kebaikan dan hikmah besar buat diri kita. Tidak semua yang menurut kita baik adalah benar2 baik diri buat kita. Kenapa? karena Allah-lah yang paling mengerti diri kita, Dia-lah yg menciptakan dan memelihara kita sehingga Allah-lah yang paling paham apa-apa yg kita butuhkan. Sedangkan kita,mungkin hanya sedikit yg kita ketahui dari diri kita.

Misalnya, ada seorang anak TK minta dibelikan motor Tiger kepada Ayahnya. Kemudian tentu sang ayah tidak bersedia mengabulkan permintaan si anak. walau anak2nya nangis2 seharian, tetap si ayah gak menuruti permintaan anaknya yg masih kecil itu. Bukannya ayahnya ini pelit, tapi ayahnya yakin bahwa anaknya belum pantas utk mengendarai Motor sebesar dan seberat Tiger. Ayah nya khawatir kalo2 anaknya nanti malah kecelakaan. Tapi, dalam hati sang ayah pasti berjanji akan membelikan anaknya itu motor yg lebih bagus dari pada tiger saat anaknya telah masuk Kuliah.

Begitu pula, Allah yg Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak mungkin mengorbankan hambanya, utk hal2 yg dipandang baik dalam kacamata sang hamba.  (buka Al Baqarah yat 216; kalo gak salah :)

o y, sekedar saran buka jg Quran Al Baqarah ayat 45. Artinya: “Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya yg demikian itu berat kecuali bagi mereka yg khusyu’”… Wahai orang2 yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya orang bersama orang2 yg sabar..”

Wallahu a’lam

masalah-iluvislam

Add comment Oktober 8, 2009

Adab dan Prioritas dalam berdakwah

belajar

Dakwah (mengajak) dan tabligh (menyampaikan) adalah tugas setiap umat islam. Namun, terkadang kita tidak sadar bahwa dakwah adalah wajib sebagaimana wajibnya perintah shalat, puasa, zakat,haji dsb. Malah ada pendapat yang mengatakan bahwa dakwah adalah tugas para ustadz dan ulama saja. Padahal sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran dan hadits, dakwah bagi umat akhir zaman adalah wajib. Maka, Allah berfirman: 

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (disebabkan kalian) menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan (kalian) beriman kepada Allah.. (QS Ali Imran: 110)

Ada pula pendapat awam yang mengatakan bahwa : ada keseganan untuk melakukan dakwah karena belum ada ilmu dan yang disampaikan pun belum teramalkan. Untuk pendapat ini saya mencoba menguraikan:

Syaikhul Hadits Maulana Zakariya rahmatullah ‘alaihi dan sebagian mufassir berpendapat bahwa kata-kata ‘(kalian) beriman kepada Allah’ disebutkan pada akhir ayat bermaksud bahwa :

keimanan seseorang akan meningkat tajam ketika kita berdakwah mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari perbuatan mungkar, tapi dengan syarat ia mengetahui adab-adab dalam berdakwah. Contoh penting adab-adab dalam berdakwah ialah :

1. Nisbatkan (tujukan) dakwah itu untuk diri sendiri dan berdoa kepada Allah agar menjadi asbab hidayah bagi orang yang mendengarkannya.

2. Ikhlas,semata-mata hanya mengharapkan tarbiyah dari Allah. Ihtisab,berkeyakinan teguh bahwa cukup Allah yang mengganti dengan pahala di sisi-Nya.

3. Tawadhu (rendah hati). Jangan sekali-kali menganggap diri lebih baik daripada orang lain.

4. Sabar

5. Istimai’at (berjemaah). Dakwah secara berjemaah adalah keutamaan yang jauh melampaui amalan apapun. Kini, dakwah secara berjemaah sudah berkembang pesat.  Intinya, bagaimana dalam jamaah harus hidup amalan sunnah dan akhlak yang karimah.

6. Istiqomahkan ‘amalan harian yang bersifat infirodhi (pribadi) dan banyak-banyak berdoa minta hidayah kepada Allah di malam hari saat tahajjud. Bahkan ada pendapat yang mengtakan bahwa kunci sukses dakwah ialah shalat malam dan doa.

7. Iftiqor

Dakwah pun tidak mutlak harus dengan ilmu. Bahkan saking pentingnya dakwah, nabi saw bersabda:

Sampaikanlah walau hanya satu ayat!

Saya kira tidak ada umat islam sekarang yang tidak hafal satu ayat pun dalam Al Quran. Ibarat seorang ibu yang menyuruh anaknya makan pagi sebelum berangkat sekolah, “makanlah dulu nak, walau satu suap!”.

Para sahabat Nabi RA, adalah contoh terbaik dalam berdakwah dan bertabligh. Para sahabat umumnya adalah orang yang miskin dan terbelakang. Tidak ada peradaban yang paling bawah kecuali peradaban bangsa arab ketika itu. Munculnya dakwah Nabi Muhammad yang diikuti para sahabat menjadikan mereka orang-orang  yang paham akan hakikat islam dan iman.

Maka, apakah kita tidak malu dengan para sahabat yang tidak pandai baca tulis itu?

Kenyataannya memang demikian. Hanya sedikit sahabat yang berharta. Hanya sebagian kecil sahabat yang bisa baca tulis. Hanya segelintir sahabat yang benar-benar menjadi ahli fiqih, ahli tafsir, dan hafidz Quran. Tapi mengapa Allah ridho dengan mereka semua dan bergelar Radhiallahu ‘anhu ajma’iin??

Jawabannya ialah mereka semua kompak dalam bertabligh saling mengajak kepada agama islam. Para sahabat tidak lagi menjadi dunia sebagai illah mereka, justru mereka sibuk dengan dakwah ilallah (dakwah mengajak kepada membesarkan Allah sunnah nabi-Nya). Maka, dengan asbab demikianlah Allah memahamkan mereka tentang agama ini.

Saat ini, kita tidak menuntut bahwa semua orang islam menjadi hafidz quran atau menjadi ahli fuqaha semua. Tapi saat ini kita rindu umat islam menjadi paham akan agama. Perhatikan! Orang yang paham agama berbeda dengan orang yang ahli agama. Orang yang paham agama adalah orang yang beriman dan beramal shalih secara istiqamah dan benar-benar butuh dengan agama ini, sedangkan orang yang ahli agama adalah orang yang hafal quran hadits plus tahu tafsirnya, serta tahu seluk beluk fiqih dsb. Bila semua umat islam saat ini paham agama, sebagaimana para sahabat, maka umat islam akan bangkit dan kembali kepada izzahnya. Insya Allah.

Prioritas Dakwah

Inti dalam dakwah ialah menyampaikan atau mentablighkan risalah islam. Namun, zaman ini terlihat suatu kesemrautan ‘materi’ dakwah yang disampaikan. Kadang dalam khutbah jumat, sang khatib malah menyampaikan ilmu fiqih mualamah, bahkan politik. Walau tidak bisa disalahkan betul, tapi situasinya sangatlah tidak cocok, karena umat yang mendengarkan tidak lagi ada iman yang cukup kuat utk beribadah, semisal shalat fardhu.

Maka, para Masyaikh mengarahkan agar dalam berdakwah, hal yang mesti dibahas terlebih dahulu adalah masalah iman, bagaiamana cara yakin yang betul kepada Allah. Setelah umat dibawa kepada majelis yang membesar-besarkan Allah (ma’rifatullah), insya Allah akan mudah mengarahkan mustami’ kepada amal shalih.

Amalan yang paling dasar adalah shalat fardhu lima kali sehari. Dalam berbagai kitab hadist shahih, Rasulullah saw bersabda :

Amalan yang pertama kali dihisab nanti di hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik semua amalan. Jika buruk shalatnya,maka buruk (pula) seluruh ‘amalannya.

Amalan yang paling dicintai adalah shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah.

Shalat ialah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikan shalat, maka ia telah menegakkan agama. Barang siapa yang meninggalkan shalat, maka ia telah meruntuhkan agama. (HR Muslim)

Umat mestinya diarahkan kepada SHALAT: bagaimana pentingnya shalat, keutamaan (fadhilah) shalat, hukuman bila meninggalkan shalat, dan bagaiman cara shalat yang betul (rukun dan sunnahnya), bagaimana istinja’ dan wudhu yang benar. Karena shalat tidak sah bila wudhu tidak sah, sedangkan wudhunya tidak sah, jika cara bersucinya tidak sah. Hal-hal yang terkadang kita anggap sepele seperti ini sebenarnya adalah dasar-dasar bagaimana islam bangkit dari peradaban sekarang, sebagaimana yang telah dimusyarahkan bersama oleh para masyaikh dan ulama-ulama dunia.

Kemudian, umat islam diajak kepada ilmu syar’i yang shahih yaitu bersu’bah dan belajar langsung kepada ahli ilmu seperti ustadz –yang benar-benar kompeten dan bersanad-, sehingga tidak ada kerancuan lagi di tubuh umat islam mengenai masalah fiqih dan muamalah.

Enclosing

Saat ini, umat islam dalam keadaan menyedihkan karena kecintaan terhadap dunia yang berlebihan dan takut akan kematian. Kebesaran akhirat lah yang perlu dibenamkan dalam setiap dada umat islam.

Maka dalam keadaan serba darurat seperti ini, kita mesti harus pandai-pandai bersiyasah al islamiyah, mana yang harus diutamakan dan mana yang harus dikurangi. Dan kesimpulannya:

1. Banyak-banyaknya beristighfar kepada Allah,karena dosa-dosa yang terkadang tidak bisa dihindari di zaman ini.

2. Banyak-banyak menghadiri majelis iman dan sunnah. Hindari majelis-majelis lalai seperti pasar, mall, stadium olahraga, apalagi klub malam.

3. Bergaulah dengan ulama yang baik dan  berkumpullah dengan orang-orang shalih. Ciri ulama yang baik adalah akhlaknya yang karim, ilmu yang bersambung sampai kepada Nabi Saw, tawadhu, dan tidak komersial.

4. Pertahankan amalan harian, minimal shalat fardhu.

5. Kurangi makan dan minum. Ustadz Muhammad Masykur berpendapat seperti ini karena zaman sekarang, makan penuh dengan syubhat dan terkadang tidak baik lagi dzatnya. Makanan sangat mempengaruhi hati dalam berhubungan dengan Allah.

6. Kurangi waktu di luar rumah atau tempat kerja, karena saat ini banyak fitnah yang meracau di luar rumah seperti fitnah aurat wanita, maksiat,dll.

7. Banyak-banyak berdzikir untuk membersihkan dan melembutkan hati.

Hasbunallah wani’mal wakiil. Wallahu a’lam

Add comment Agustus 30, 2009

Hati-hati membeli Buku Islami !!

pdip5

Banyak perjalanan saya dari beberapa toko Buku dan stand-stand buku di acara-acara bazaar. Apalagi Bazaar buku islami, saya selalu tertarik dengan jenis buku yang satu ini. Satu sisi saya merasa gembira, perkembangan dunia tulis menulis khususnya yang mengkaji agama islam semakin marak akhir-akhir ini. Malah, buku-buku islam sekarang semakin beragam dan mudah dicerna. Judul-judul yang ditawarkan juga semakin persuatif dan agresif!

Namun, ada yang perlu jelaskan bahwa di sisi lain perkembangan buku akhir-akhir ini juga membawa cacat yang teramat parah. Jika calon pembaca tidak hati-hati justru akan membawa mudharat dan bukannya semakin paham dengan Al Islam, justru kita semakin jauh dari hakikat islam! Ini masalah serius!

Banyak di antara buku-buku yang saya jumpai (apalagi yang belum saya jumpai?) yang jauh daripada pemahaman islam yang benar. Terkadang buku yang disajikan adalah buku islam berkedok pemurtadan, yang ternyata penulisnya adalah misionaris kristen yang berganti dgn nama yang islami. Buku ini akan merusak calon pembaca dari segi aqidah!

menembus_gelap-b2

Seterusnya, banyak pula buku-buku yang membawa ideologi islam liberal. Biasanya buku ini mencammtumkan judul-judul yang menarik dan bahasanya modern. Penulisnya khas nama-nama orang-orang barat, atau penulisnya adalah dari tokoh-tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Indonesia semisal Nurcholis Madjid, Gus Dur, Ulil Absar Abdala, Azyumardi Azra, Abdul Moqsith Ghazali, Siti Musdah Mulia dll. Efek buruk dari Buku ini adalah tidak akan memuartadkan calon pembacanya secara langsung, tetapi akan memutar balikkan pemahaman islam dengan dalil-dalil logika semata.

cover-dpn-bahaya-jil-dan-fl

Kemudian ada pula jenis buku-buku yang menyusupkan pemikiran Syi’ah di dalamnya. Padahal sebagaimana kita tahu bahwa Syi’ah adalah berseberangan dengan Islam Sunni (Ahlus sunnah). Ciri khas dari buku ini adalah terlalu menyanjung dan memuji Khalifah Ali bin Abi Thalib, Hasan Husein bin ALi RA  dan keturunannya serta mencaci maki/menghina para sahabat nabi RA. Kadar ke-Syiah-an dalam buku tersebut bergantung juga kepada Aliran Syiah penulisnya. Contoh penulis buku yg aktif dari kalangan ahlul bait adalah Jalaluddin Rahmat.

Ada pula buku-buku karangan ulama besar yang sudah dipalsukan. Seperti karangan Imam Ibnu Taimiyah dan Ibn Qoyyim Al Jauziyah. Ada beberapa kitab-kitab beliau ini yang belum diedit, karena ada beberapa fatwa-fatwa dari beliau ini salah menurut jumhur ulama waktu itu. Membaca kitab-kitab beliau ini sebenarnya perlu pembimbing, karena ada beberapa poin permasalahan mengenai aqidah dan berseberangan dgn aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Kemudian, ada pula buku-buku terjemahan dari kitab-kitab kuning (gundul) yang sudah diotak-atik/dipalsukan. Biasanya ini adalah kerjaannya Kaum Wahabi. Buku semacam ini bisa merusak aqidah dan fiqh ibadah. Banyak dari buku-buku fiqh sekarang yang tidak bermahdzab. Dengan alasan hanya mengikuti Al Quran dan Hadis saja, akhirnya semua mahdzab dicampur-adukkan. Contohnya Buku Sifat Shalat Nabi, penulisnya Syaikh Nashiruddin Al Albani. Banyak dari kalangan muda bahkan orang tua yang baru membaca buku-buku fiqih seperti ini tiba-tiba cara shalatnya berubah seperti shalat Wahabi: seperti menggerak-gerakkan jari, tidak berqunut dst.

Ini contoh buku-buku yang diberbeda aqidah dengan Ahlussunnah (sunni):

img169

img167

img168

Ada pula buku yang mengaku-ngaku akhlus sunnah wal jamaah dengan mengikuti manhaj (metode) ahlussunnah wal jamaah. Padahal buku-buku seperti ini jauh daripada ulama-ulama kita yang shalih. Jika kita tilik isinya ternyata banyak sekali statement yang membid’ahkan, menyalahkan, mengkafirkan umat islam sendiri. Biasanya buku ini membahas bahwa Maulidan itu bid’ah, tahlilan itu bid’ah, dan mencaci maki pergerakan-pergerakan islam dunia. Efek dari setelah membaca buku ini adalah kita akan mudah menyalahkan pendapat yang berseberangan dengan pendapat kita dalam masalah agama. Ini sangat membahayakan ukhuwah islamiyah!

Berikut ada tips sebelum membeli buku:

1. Tanyakan kepada ulama yang hanif apakah buku yang kita akan beli itu baik utk orang awam?

2. Jangan mudah membeli buku yang membahas aqidah…!!!

3. Ada baiknya kita pastikan pengarangnya siapa, apa mahdzabnya, asal penulisnya.

4. Untuk orang  awam sebaiknya beli buku-buku yang ‘ringan’ semisal buku-buku yang membahas keuntungan (fadhilah) beramal shalih ibadah2 tertentu, islam dan sains, sejarah/biografi, novel dsb

5. Bergurulah (bermuwajahah/bertalaqqi) kepada ulama/ustadz yang benar islamnya yang tidak komersil dan baik akhlaknya.

6. Berdoa kepada Allah agar dijaga pemahaman keislaman kita

Wallahua’laam

2 comments Agustus 26, 2009

Previous Posts


Almanak

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Newest

Categories

Komentar Pembaca

Azan di Pikir-pikir lagi kalo mau…
Azan di Pikir-pikir lagi kalo mau…
arvin di Pikir-pikir lagi kalo mau…
arfi di Pikir-pikir lagi kalo mau…
sukma di Pikir-pikir lagi kalo mau…
adisaputra. di Cara Mudah Meraih Sholat …
Roni di Pikir-pikir lagi kalo mau…
azan di Pikir-pikir lagi kalo mau…
Tiyu di Pikir-pikir lagi kalo mau…
azan di Ternyata bidadari itu masih…

Click!

Merenunglah sejenak... Subhanallah...! Syair dan Kisah... Think! Tips Untuk Perempuan What's up?

Paling banyak ditelaah