Valentine dan Sejarahnya
Kalau ditinjau dari sejarahnya, tidak diragukan lagi bahwa budaya memperingati tgl 14 Februari sebagai hari ‘cinta’ ialah budaya gereja yg berakar dari budaya paganisme.
Valentine dan Seks Bebas
Dibuktikan juga dengan melonjaknya omset penjualan kondom dimana-mana. Tempat penginapan/hotel/wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yg mau melewatkan malam valentine bersama ‘pacar’ atau selingkuhannya. Hal ini membuktikan bahwa momentum valentine betul2 secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas! Bahkan di barat, saat valentine dijadikan ajang pesta seks (melakukan seks bebas secara beramai-ramai di suatu tempat).
Valentine dan Coklat
Penjualan makanan olahan coklat pun meningkat tajam di saat menjelang perayaan valentine. Seolah coklat dijadikan bagian dari budaya valentine ini. Ini adalah bukti kelihaian yahudi. Coklat mengandung Phenylethylamine dan Seratorin yang memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek kepada stamina dan keceriaan, yg dibutuhkan dalam aktivitas valentine.
Valentine dan penanaman ideologi
Hal ini terbukti dengan maraknya pemberitaan dan ‘syiar’ valentine di media massa. Seolah valentine adalah agenda tahunan bagi masyarakat dunia. Seiring waktu dan perluasan pemanfaatan informasi, budaya valentine ini terus dibesar-besarkan oleh pihak2 yg mau mengambil keuntungan dari budaya memperingati hari valentine ini. Lewat valentine, berbagai ideologi/paham disuntikkan ke dalam benak kaum muslimin. Disana ada paham liberalisme, sekularisme, hedonisme, dll.
Valentine dan Konspirasi dibelakangnya
Freemoason, Illuminati dan semacamnya adalah organisasi rahasi Zionis Dunia yang terus begerak utk menciptakan tatanan dunia baru (New Word Order). Mereka mengembosi, menfitnah, menciptakan opini di masyarakat lewat lobi-lobi politik, rancangan ekonomi, serta medi massa. Sehingga tercipta ‘ideologi sosial’ yg sesuai dengan kehendak mereka.
Tujuan mereka lewat momentum Valentine ialah menghancurkan generasi muda secara perlahan dengan ‘meninabobokan’ dan membuai mereka dengan angan-anagan dan kenikmatan semu dunia, sehingga kaum muda lupa dengan kewajiban mereka sebagai hamba Allah di muka bumi. Wallahu a’lam


apa perbedaan antara perayaan valentine dengan tahun baru, saya rasa ga da beda’y?
Oleh: Mas'ud on Februari 12, 2012
at 9:27 am