Oleh: Azan bin Noordien | Januari 5, 2010

Sudah tersedia pasangan ‘halal’

Kamu sering melihat pasangan muda-mudi jalan berduaan dengan status masih pacaran? Itu sudah biasa. Apalagi di kampus saya. Pemandangan pasangan yg dikatagorikan ‘belum halal’ itu sudah dianggap lumrah. Padahal sama2 kita maklum bahwa itu perbuatan yg terlarang dalam agama. Tapi, gimana kalo ada pasangan muda yg lagi jalan berdua begitu mesranya, tapi cewenya memakai cadar dan cowonya berpenampilan khas muslim? Wah, itu baru pemandangan yg tidak biasa! Tapi itulah fakta yg tengah terjadi di kampus saya akhir-akhir ini. Saya juga mengetahui status mereka masih mahasiswa dan mereka resmi telah menikah! Ajiib.

Saya ceritakan saja kisahnya.

Suatu pagi yg sangat cerah, ketika saya baru keluar dari gedung kuliah fakultas pertanian yg megah. Saya berjalan biasa menuju tempat kos saya yg tidak jauh dari kampus. Sambil mendengarkan lantunan nasyid penyemangat pagi, saya berjalan ke arah jalan raya kampus. Di sana banyak saya lihat mahasiswa-mahasisiwi duduk di halte menunggu bus kampus lewat.

Tiba-tiba, sebuah motor dengan kecepatan 25 km/ jam bermerek Honda Supra fit, lewat persis di depan saya dan di depan mahasiswi2 yg lagi nunggu bus di halte kampus.

Terlihat, sepasang suamni istri berstatus mahasiswa sedang berboncengan di sepeda motor. Sang akhwat dengan erat memeluk sang ikhwan suaminya yg diboncenginya di belakang. Sang ikhwan pun sepertinya sedang bercanda ria dengan istrinya itu. Seolah saat itu saya melihat dua insan yg memiliki dunia ini. Terlihat betapa bahagianya mereka. Dan seolah mereka anggap tidak ada orang di sekitar mereka. Kami yg melihat seakan menjadi rakyat jelata yg sedang menyaksikan raja dan ratu kerajaan yg sedang lewat dalam pawai.

Untung saya cepat tersadar dari fenomena ‘ghaib’ ini. Kemudian saya berucap ‘subhanallah, semoga Allah memberkahi kalian..!” Kemudian saya lanjutkan perjalanan sambil memperhatikan tingkah polah mahasiswi2 yg lagi ‘terpukau’dengan pemandangan langka itu. Lucu juga menyaksikan mimik mereka saat itu. Seolah tidak percaya, merasa aneh, kagum, dll.

Pasangan halal keren

Ya, begitulah kisahnya. Apa hikmah yg bisa dipetik? Berikut akan saya jelaskan!

1. Menikah itu adalah sunnah yg utama. Nabi bersabda: “Annikah sunnati” menikah itu sunnahku..”. Jadi, dibalik sunnah pasti ada kejayaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Saya sendiri melihat keberkahan pasangan itu. Setiap orang faham pasti akan kagum dengan ‘tindakan’ mereka. Mereka yg menghidupkan sunnah adalah mereka yug dicintai Allah. Siapa2 yg dicintai Allah, pasti dicintai seluruh makhluk. Allah berfirman: “katakanlah jika kamu ingin dicintai Allah, maka ikutilah (sunnah) ku. (maka) allah akan mencitaimu dan mengampuni dosamu.” (Terj Al Quran)
2. Menikmati pacaran setelah menikah merupakan kenikmatan yg sulit diceritakan. Suatu kali di majelis pengajian ustadz kenalan saya, beliau yg terkenal serius dengan fatwa-fatwanya berujar dengan semangat di tengah-tengah kami masih bujangan. “Nikah itu Cuma 30% nikmatnya!!”. Semua kami bengong dengan menyesali telah mendengar pernyataan itu. Tapi beliau menyambung kalimatnya yg masih terpotong rupanya. “yang 70% lagi nikmat bangeett….!”. Semua pada ngakak dibuatnya. Ada2 aja ustadz nee..
3. Orang yg pacaran sebelum nikah itu akan menyesali perbuatan mereka nanti setelah menikah, apalagi di akhirat. Karena umumnya saat pacaran, masing2 individu akan mempertahankan 1. wibawa dirinya 2. target utk memperoleh kenikmatan dari pasangan 3. bercinta bukan karena Allah. 4. Selalu menutup-nutupi aib diri 5. dll. Jadi,ketika sudah menikah lama-kelamaan terbongkarkan segalanya. Siap2 kecewa aja kalo sudah begini..
4. Jalan-jalan dengan istri/suami yg sah adalah syiar islam yg bagus, membuat orang terkaget-kaget dan ngiri (he he)..apalagi dengan menggunakan adab dan pakaian syar’i yg sempurna. Mantap banget deh! Nabi bersabda: Barang siapa yg menghidupkan sunnahku di saat rusaknya umatku, maka ia diberi pahala senilai 100 orang mati syahid (Hadits shahih)
5. Sudah saatnya kita bangga dengan menaati syariat islam! Jangan kita trerkecoh dengan pola pemikiran liberalis hedonis. Sesungguhnya kebahagiaan menusia telah ditetapkan pada pengamalan agamasecara sempurna (Kitab Lisanul Da’wah). Dan janji Allah akan memenangkan mereka yg menegakkan agamanya! (QS Muhammad:7)
6. Carilah pasanga hidup yg shalih/shalihah. Kenapa? karena kalo nggak, kita bakal susah mengamalkan point2 di atas. Wallahualam.

About these ads

Responses

  1. buset dah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.080 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: