Ternyata bidadari itu masih ada!
Mei 7, 2009

Aku baru saja pulang dari pengajian mingguan Syeikh Nuruddin, Ma’had Azzein Al ‘Aliy Bogor. Ini kedua kalinya aku ikut pengajian tafaqquh ini. Dulu pertama kali aku diajak oleh Ustadzku ketika masih tingkat satu. Sekarang, aku lebih sering ke sana dengan teman-teman.
Mempelajari kitab dengan seorang ‘alim adalah suatu nikmat yang besar, apalagi bersu’bah langsung di pesantren yang penuh berkah. Subhanallah! Rasanya, diri yang dhoif dan banyak dosa ini begitu dikasihani oleh Allah Swt. Inta’udduni’matallahi laatuhshuhaa…
Sebenarnya selain yang di atas, ada yang hal lain yang istimewa pada prosedural ta’lim kali ini. O ya, ternyata ada penambahan pada ‘organizing’ ta’lim. Akhir-akhir ini majelis As Syeikhul Ma’had direkam dan disiarkan Live di Web Muttaqin. Kalo yang berminat visit saja www.al-muttaqin.tv
Lantas apa yang istimewa? Ada sesuatu yang hal yang aku rasa sangat ‘chemistry’ di pesantren. Dari dulu tidak pernah aku benar-benar sadar ketika memasuki gerbang ma’had bahwa di sini adalah taman-taman bidadari!! Ya, bidadari dunia dan akhirat! Santriwati Akhwat!
Memang aku tahu di ma’had ini ada juga kelas akhwatnya. Tetapi, swear!, aku gak pernah berfikir apa-apa kalo sudah datang ke majelis ini, selain niat Su’bah dan tolabil ‘ilmi.
Sehabis ta’lim, aku kerluar ruangan, tiba-tiba….
Ada sosok berjubah dan berkerudung hitam, dan sepintas kulihat cadar juga…fusssss….seperti ada angin berkecepatan 100 km/h menghempasku kemudian dalam hitungan seperepuluh detik aku sadar itu adalah AKHWAT! Mati aku!
Aku langsung gak tau orientasi, langsung nunduk and turun ke bawah tangga menuju arah gerbang. Keringat jangan ditanya, jantung ini rasanya sudah abnormal kerjanya. Mungkin sebagian orang menyangka aku Lebai bin Lebai. Tapi, memang kenyataan itulah yang kurasa!! (kecuali perhitungan matematisnya, memang gak akurat!)
Aku gak bisa mendefenisikan apa yang kurasa. Jarang aku merasakan ‘feeling’ seperti ini. Ternyata memang beda ya, ketika kita (pria) berhadapan dengan berbagai macam jenis wanita. Setiap wanita memiliki special effeck yang berbeda, tergantung bagaimana wanita itu menjaga aurat dan muru’ahnya.
Aku akui, efeck yang ditimbulkan seorang yang shalehah yang menutup aurat yang sempurna itu dahsyat tenan! Aku merasa seketika menjadi sampah, begitu hina di hadapan mereka. Aku terhempas entah kemana. Berbeda kalo aku bertemu cewek yang di jalanan, justru aku merasa jijik dengan gaya mereka berpakaian dan tingkah mereka yang –maaf- murahan. Bukannya aku merasa mulia, tapi justru aku merasa kasihan kepada mereka.
Ternyata memang, bidadari itu masih ada! Walau ku merasa menjadi sampah di hadapan mereka. Namun, sebagai pria yang normal, tetap ada saja senoktah harapan,. Ya, harapan kelak ada generasi dari saya yang seperti mereka. Syukur-syukur jadi istri juga..mimpi kale zan…. Wallahu a’lam
Entry Filed under: Syair dan Kisah..., Untuk Perempuan. .
7 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
wiwidhumeur | Mei 13, 2009 at 5:26 pm
asslmlkm….
azan………..,gimana rasanya terhempas angin 100 km/h???
pasti dasyat ya??hehe
2.
azan | Mei 13, 2009 at 8:01 pm
akhi, antum gak ngerasain sich..
3.
syahid | Oktober 11, 2009 at 8:58 pm
akhi, bagus apa yang antum ceritakan, kalo bisa, sering2lah kesana, brg kali nanti antum dapat jodoh di sana, he….he..! tapi ini serius lo…? ane kan santri sana juga.
4.
azan | Oktober 12, 2009 at 4:37 pm
amin amin ya robbal ‘alaamin….
5.
azan | Oktober 12, 2009 at 4:37 pm
amin amin ya robbal ‘alaamin…. hehe
6.
manfaluti | November 2, 2009 at 10:47 am
lucu……
tapi emank cantik2 jer santriwati azzein….hee
7.
azan | November 2, 2009 at 11:22 am
bukan lucu, tapi lugu